Pengaspalan Jalan Hangtuah Dinilai Asal Jadi

Redaksi Redaksi
Pengaspalan Jalan Hangtuah Dinilai Asal Jadi
fin/riaueditor.com
Pengaspalan jalan di pertigaan Jalan Hangtuah – Bundaran Jalan Diponegoro Pekanbaru, tampak berderai.
PEKANBARU, riauedior.com– Sesuai standar pengaspalan jalan, lahan terlebih dahulu dibersihkan dari sampah. Penghamparan aspal harus dalam kondisi panas, sehingga mencair dan menyatu dengan jalan.

Berbeda dengan pengaspalan jalan Hangtuah Pekanbaru, jalan yang baru saja diaspal terlihat asal jadi. Pasalnya, aspal yang dihampar pada jalan tersebut, diduga aspal dingin. Akibatnya, jalan yang sudah teraspal terkesan berderai, terutama pada pinggir jalan yang teraspal.

Aktifis LSM Forum Pengawas Pembangunan Indonesia (FPPI), Haryanto saat ditemui, Senin (9/9) mengaku pihaknya sejauh ini belum mengetahui siapa yang bertanggungjawab atas pengaspalan jalan tersebut. Alasannya, sejak dikerjakan tidak terlihat adanya papan plang kegiatan.

Ia menjelaskan, sesuai tekhnis dalam pengaspalan jalan terlebih dahulu dibersihkan dari sampah kemudian diratakan dan dipadatkan dengan menggunakan alat tandem roller.

Kemudian, lanjut Haryanto, pada saat penghamparan material lapis pondasi atas dan lapis permukaan, dilakukan pekerjaan pengukuran elevasi urugan dengan alat teodolit dan perlengkapannya.

Proses selanjutnya, penghamparan asphalt yang sebelumya sudah dipanaskan terlebih dahulu sehingga mencair. Langkah berikutnya, pemadatan dengan buldozer hingga memenuhi kepadatan dan elevasi yang direncanakan, ujarnya.

"Saya menduga asphal yang berderai di Jalan Hangtuah ini, akibat memaksakan penghamparan asphal dingin. Semestinya, aspal tersebut tidak digunakan dan diganti dengan yang panas sehingga menyatu dengan jalan yang sudah diaspal sebelumnya," ucap Haryanto.

Tak sampai disitu, ia juga menyesalkan sikap konsultan pengawas yang membiarkan pengerjaan pengaspalan jalan oleh kontraktor pelaksana asal jadi. Sebagai seorang konsultan pengawas, semestinya harus mengawasi jalannya pekerjaan sesuai spesifikasi.

"Konsultan pengawas itu kan dibayar. Makanya dia harus berada di lapangan saat dilaksanakannya pekerjaan inti. Bukan malah membiarkan begitu saja sambil menikmati uang negara," tutup Haryanto.

Sementara itu, berdasarkan pantauan riaueditor di lapangan, pengaspalan jalan Hangtuah ini telah berlangsung sekitar seminggu terakhir. Mulai dari persimpangan Jalan Sudirman – Hangtuah hingga ke Pasar Sail.

Menariknya, pengaspalan Jalan Hangtuah ini dilakukan sepotong-sepotong. Dari sisi ketebalan, pengaspalan jalan selebar 8 meter ini berkisar antara 3 hingga 5 CM. Sejauh ini belum diketahui apakah proyek ini berada dibawah Dinas PU Riau atau Dinas PU Kota Pekanbaru. Hal ini karena di sepanjang jalan, tidak ditemukan adanya papan plang kegiatan. (fin)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini