Pembangunan PLUT-KUKM Pelalawan Harus Selesai Tepat Waktu

Redaksi Redaksi
Pembangunan PLUT-KUKM Pelalawan Harus Selesai Tepat Waktu
PELALAWAN, riaueditor.com- Meski Menteri Koperasi dan UKM RI DR. H. Syarief Hasan, M.BA batal melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PLUT-KUKM) di Kabupaten Pelalawan, namun Staf Ahli Menteri Diskop, AbdulKadir Manik sempat meninjau pembangunan Gedung PLUT-KUKM yang ada di daerah ini.

"Ya, Alhamdulillah, beberapa waktu lalu Staf Ahli Menteri Koperasi, Abdul Kadir Manik, berkesempatan meninjau pembangunan Gedung PLUT-KUKM di Kabupaten Pelalawan," terang Kadiskop Pelalawan, Dr Milyono M.Kes, pada media ini via selulernya, Minggu (24/8).

Milyono menjelaskan bahwa dalam kunjungannya tersebut, Staf Ahli Menteri memuji Gedung PLUT-KUKM di Kabupaten Pelalawan yang berada di lahan seluas 1,3 hektar. Namun pada kesempatan tersebut, Staf Ahli mewanti-wanti agar gedung tersebut selain harus sesuai dengan bestek yang ditetapkan, juga harus selesai tepat waktu.

"Apalagi sekarang kan musim hujan, sementara proyek pembangunan gedung PLUT-KUKM bersumber dari APBN senilai Rp.3 M ini harus selesai tepat waktu yakni pada bulan Desember mendatang. Kita jadi mensiasatinya dengan banyak mempekerjakan tukang, karena Gedung PLUT-KUKM ini harus selesai tanggal 16 Desember mendatang," ujarnya.

Dalam arahannya itu juga, sambungnya, Staf Ahli Menteri emminta agar Diskop Pelalawan benar-benar memaksimalkan keberadaan gedung ini sesuai fungsi dan tujuannya. Artinya, saat gedung telah resmi maka benar-benar diperuntukkan bagi pengembangan para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Pelalawan.

"Soalnya, Kementerian Koperasi dan UMKM sudah siap membacking dengan memberikan dana Rp 500 juta lagi tiap tahunnya dari APBN, untuk biaya operasional gedung ini. Jadi untuk biaya listrik, konsultan, perawatan dan operasional lainnya sudah ditanggung oleh APBN," katanya.

Tak hanya itu, lanjutnya, Kementerian Koperasi dan UMKM juga akan memberikan akses permodalan, pelatihan serta seminar-seminar lainnya terkait pengembangan UMKM yang ada di daerah ini. Intinya, gedung ini akan dimaksimalkan untuk mengembangkan para pelaku enterpreuneur yang ada di daerah ini.

"Apalagi saat ini jumlah KUKM di Pelalawan mencapai 4300 KUKM. Perbandingannya masih 1 persen dari jumlah penduduk. KUKM dikatakan berkembang bila mencapai 2 persen dari jumlah penduduk. Ini yang akan menjadi target utama kita dalam menggenjot KUKM di Pelalawan," tutupnya.(zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini