Pembangunan `Resettlement` bagi Nelayan Rohil Kembali Dilanjutkan

Redaksi Redaksi
Pembangunan `Resettlement` bagi Nelayan Rohil Kembali Dilanjutkan
foto: Ist
BAGANSIAPIAPI, riaueditor.com - Pemkab Rokan Hilir (Rohil) menargetkan kembali pembangunan rumah hunian bagi kalangan nelayan, yang ditempatkan di beberapa lokasi strategis sesuai dengan potensi dan aktifitas masyarakat nelayan yang ada di kecamatan.

Sejauh ini pemkab telah membangun hunian terpadu atau resetlemen bagi nelayan yang dianggarkan pada APBD 2015, letaknya di bilangan Batu Empat, jalan Kecamatan, Bagansiapiapi. Persisnya di belakang SPBU Batu Empat, akses jalan ke arah hunian telah terbangun baik begitu juga bangunan rumah yang ada.

Bukan hanya itu, beberapa rumah lainnya dan fasilitas lapangan juga dipersiapkan.  "Untuk resetlemen nelayan di tempat itu sudah siap sekitar 10 unit," kata kepala dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Rohil Suwandi SSos, Rabu (10/2) di Bagansiapiapi.

Suwandi menuturkan bagi penerima rumah umumnya harus memenuhi kategori untuk penempatan sesuai dengan peruntukannya yakni dari kalangan nelayan.

Program tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah guna memberikan fasilitas perumahan bagi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Disadari bahwa peran nelayan sangat membantu dalam mengisi pembangunan di Rohil terlebih nama Rohil khususnya kota Bagansiapiapi terkenal karena memiliki potensi kelautan yang sangat kaya.

Pada 2016 ini pemkab melalui CKTR kembali memprogramkan pembangunan hunian permanen bagi nelayan, yang lokasi pembangunan di kawasan danau Janda Gatal di kepenghuluan Serusa kecamatan Bangko.

"Untuk resetlemen kembali kami adakan pembanguannya sebanyak 20 unit untuk perumahan nelayan di Janda Gatal. Selain itu ada juga pembangunan resetlemen karena musibah abrasi yang mengakibatkan kerusakan tempat tinggal atau lingkungan bagi masyarakat di Teluk Pulau kecamatan Rimba Melintang," ujar Suwandi.

Pembangunan resetlemen di Teluk Pulau sebanyak 20 unit, untuk tahap awal namun diperkirakan akan kembali ditambahkan mengacu pada jumlah KK yang terkena dampak abrasi dari sungai Rokan.

Ditanya soal ada tidaknya program pembangunan rumah di kabupaten Rohil dari program sejuta rumah yang dicanangkan menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpuper), Suwandi mengatakan pihaknya belum pernah mendapatkan anggaran atau bantuan dari pusat untuk program sejuta rumah itu.

Seperti diketahui program sejuta rumah merupakan bagian dari penerapan visi Nawacita yang dipopulerkan Presiden Joko Widodo. "Khusus di CKTR kami belum pernah mendapatkan bantuan untuk pembangunan rumah dari program nasional tersebut," pungkas Suwandi.(rd)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini