Pelalawan Menuju Smart City, H Abdullah Tetap Yakin Andalkan CSR Perusahaan

Redaksi Redaksi
Pelalawan Menuju Smart City, H Abdullah Tetap Yakin Andalkan CSR Perusahaan
Zul/riaueditor.com
Pelalawan Menuju Smart City, H Abdullah (tiga dari kiri)

MAKASSAR, riaueditor.com - Dengan telah ditandatanganinya MoU Gerakan Menuju 100 Smart City antara Kementerian Kominfo dengan 25 Kabupaten/ Kota salah satunya kabupaten Pelalawan yang diselenggarakan di Four Point by hotel Sheraton Makassar, Selasa (22/5/2017) maka Pelalawan menuju Smart City akan semakin nyata. 

Terkait keinginan dan komitmen Kabupaten Pelalawan menuju Smart City ini mendapat perhatian penuh oleh anggota DPRD Pelalawan, salah satunya H Abdullah SPd politisi PKS yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Pelalawan. 

Menurutnya, MoU ini menunjukkan Pelalawan di bawah kepemimpinan HM Harris menjadi salah satu kabupaten terdepan dalam sorotan Kementrian Dalam Negri dan Kominfo dalam menciptakan Smart City menuju penataan kota dan pelayanan publik yang lebih baik.

‎"Smart City menjadi trend saat ini di dunia dan Indonesia sebab membuat segala sesuatu lebih efektif dan efisien, serta mengantisipasi problem-problem di masa depan seperti kemacetan, lingkungan," ujar H Abdullah. 

Dikatakan Abdullah, untuk tahap awal, Pemkab Pelalawan ‎bisa melakukan diujicoba untuk kota pangkalan Kerinci terlebih dahulu‎. "Ya saya rasa ini perlu digesa dengan cara melakukan uji coba di Ibukota Pangkalan Kerinci.Karena memang harus dipercepat terlebih setelah dilakukan MoU dengan langsung pendampingan dari Kementerian Kominfo," papar Abdullah. 

H Abdullah pun menceritakan pengalamannya mendengarkan langsung penjelasan dan persentase Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu yang merupakan pasangan dari Walikota Bekasi Dr H Rahmad Effendi di rumah dinasnya terkait konsep dan sistem Bekasi Smart City pada awal Desember 2016 lalu.

“Saya bertandang langsung ke rumah dinas Wakil Bupati yang memberikan penjelasan kepada Saya konsep Kota Cerdas atau Smart City‎. Sistem kontrol seluruh urusan daerah dan informasi dari masyarakat‎. Sehingga Pejabat daerah bisa kontrol pelaksaanaan pembangun dan pelayanan publik di manapun dia berada. Jadi ada room operation control‎ dan ada pegawai yang stanby sehingga terhubung dengan smartphonenya Walikota, Wakil Walikota, Kepala SKPD dan Rumah Dinas,” ungkapnya.

Menurut Abdullah, konsep smart city atau kota cerdas kini mulai diterapkan di berbagai kota besar di Indonesia. Penerapan konsep smart city guna mendorong pertumbuhan ekonomi diwilayah perkotaan.

”Jadi konsep Smart City ini untuk pelayanan publik yang lebih baik dan kemudahan pejabat daerah memantau progress pembangunan di segala bidang," katanya. 

Dengan Smart City sebagai platform atau wadah dan alat kolaborasi bagi berbagai pihak seperti industri, edukasi, pemerintahan dan Komunitas untuk membantu Kota memberikan pelayanan yang lebih baik kepada warganya.

”Dengan adanya kolaborasi tersebut diharapkan tercipta sebuah inovasi, produk, kreatifitas, dan gagasan yang bermanfaat untuk bisa diterapkan disebuah Kota,” paparnya.

Menariknya, sambung Abdullah, mereka gunakan CSR sejumlah perusahaan hampir Rp. 6 Milyar. Penggunaan APBD minim sekali‎. 

"Inikan peluang terlebih pelalawan berjubel perusahaan-perusahaan. Sekarang tentu yang jadi pertanyaannya Pemkab Pelalawan siap atau tidak untuk melaksanakannya. Kalau saya pribadi sangat optimis ini akan bisa terlaksana. Konsep ini sangat erat kaitannya dengan program Pelalawan Emas, tentu kita tidak mau tertinggal. Mengapa tidak kita adopsi jika ini positif sehingga keuangan daerah bisa digunakan secara minim dengan mengandalkan CSR sejumlah perusahaan,” tutupnya optimis. (zul)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini