Parit Jalan Pesantren Roboh

Redaksi Redaksi
Parit Jalan Pesantren Roboh
FIN/RE
Parit jalan Pesanteren yang roboh.
PEKANBARU, riaueditor.com– Satu demi satu proyek yang ditangani Dinas PU Riau khususnya Bidang Bina Marga, kian menunjukkan kebobrokan. Sama halnya dengan proyek Jalan Simpang Panam–Petapahan, kali ini aroma korupsi juga terlihat dari pembangunan Jalan Pesantren Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Pantauan wartawan di lokasi, proyek yang menghubungkan Jalan Parit Indah dengan Jalan Lintas Timur tersebut, baru saja selesai bulan Desember 2013 lalu. Meski Jalan Pesantren ini terlihat cukup bagus usai diaspal, akan tetapi masih menyimpan misteri.

Hal ini terbukti dari salah satu item pekerjaan, pada bagian parit roboh. Menurut warga setempat, Herman (56), robohnya parit sepanjang 40 meter ini, terjadi sekitar seminggu lalu, ujarnya saat ditemui di lokasi proyek, Kamis (27/3)

Herman memperkirakan, robohnya parit yang baru saja selesai itu diduga karena tidak menggunakan balok sloof dan skor penahan. Selain itu kemungkinan robohnya parit, juga akibat kurang dalamnya pondasi, ujarnya.

Ia menjelaskan, proyek ini merupakan proyek APBD Riau 2013 yang ditangani Dinas PU Riau. "Kabarnya, Pimpinan Pelaksana Kegiatan (PPTK) bernama Yusferdi. Untuk memastikannya, coba aja tanya ke Dinas PU Riau," ucapnya.

Sementara itu, dua pekerja yang dikerahkan untuk memperbaiki parit yang roboh, mengaku baru empat hari bekerja. "Kami kerja disini baru empat hari. Yang nyuruh kami pak Angga, orang Jalan Parit Indah. Kami ndak tahu siapa yang mengerjakan proyek ini sebelumnya," ujar salah seorang pekerja, Jasman, saat ditanya.

Konfirmasi ke Dinas PU Riau, baik Kabid Bina Marga Ahmad Ismael maupun PPTK Yusferdi tak terlihat di ruangan.

Menanggapi hal itu, Ketua LSM Forum Pengawas Pembangunan Indonesia (FPPI), Haryanto mengatakan robohnya parit Jalan Pesantren itu, merupakan bukti kebobrokan kinerja Kabid Bina Marga.

Haryanto mengatakan, robohnya parit Jalan Pesantren ini diduga akibat ketidakseriusan kontraktor dalam melaksanakan kegiatan. Disisi lain, Kabid Bina Marga dan PPTK juga dinilai punya andil terhadap dugaan penyunatan pada volume proyek yang berakibat robohnya parit jalan.

Ia menduga, kondisi itu sengaja diciptakan Ahmad Ismael guna mendongkel Kadis PU Riau. Alasannya, baik buruknya hasil pekerjaan yang ditangani Dinas PU Riau selalu bermuara ke Kadis, tuding Haryanto. (fin)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini