Masyarakat Sesalkan Hilangnya Aset PLTD Teluk Erong

Redaksi Redaksi
Masyarakat Sesalkan Hilangnya Aset PLTD Teluk Erong
ist.net
RENGAT, riaueditor.com- Ironis, miliaran rupiah peralatan di PLTD Telok Erong dikabarkan hilang, pasalnya, ini merupakan salah satu aset daerah yang semestinya dijaga dan dirawat.

Masyarakat menyesalkan hilangnya aset PLTD Telok Erong dibangun sekitar tahun 2006 pada masa pemerintahan Bupati Drs HR Thamsir Rahman, MM dimaksudkan untuk mengatasi kebutuhan Listrik yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Meski banyak kekurangan PLTD yang dibangun bersamaan dengan PLTD Pangkalan Kasai Kecamatan Siberida ini dinilai cukup mampu meminimalisir krisis listrik yang terjadi ketika itu.

Sejalan dengan terjadinya pergantian Pemerintahan dari Thamsir Rahman kepada Yopi Arianto terjadi perubahan kebijakan dimana untuk mengatasi krisis listrik yang terjadi di Inhu Yopi membangun PLTMG di Desa Tanah Merah Kecamatan Pasir Penyu, sehingga keberadaan kedua PLTD ini tidak lagi dimanfaatkan dan terkesan diabaikan.

Defrianto Tanius Pendiri LSM FP2R (Forum Pemantau Pembangunan Riau) melalui selulernya Minggu (1/6) sangat menyayangkan sikap Pemkab. Inhu yang membiarkan keberadaan dari PLTD tersebut, karena itu merupakan Aset Daerah yang dibeli dari uang rakyat sehingga wajib dijaga dan dipelihara.

"Jangan sampai perubahan kebijakan akibat pergantian pemerintahan menyebabkan Daerah dirugikan, seharusnya pemerintahan selanjutnya mampu memanfaatkan apa yang telah dibangun oleh pemerintahan sebelumnya, dan bukan mengabaikan begitu saja," ujarnya.

Silahkan saja pemerintah yang baru memiliki program pembangunan sendiri namun hal ini bukan berarti harus mengabaikan yang sudah ada, hingga akhirnya aset-aset tersebut hilang, ini merupakan suatu hal yang sangat tidak masuk akal, katanya.

Kita melihat banyak kebijakan yang diambil oleh pemerintahan saat ini yang bersifat hanya untuk merubah Imej terhadap pemerintahan sebelumnya, banyak bangunan yang baru saja direhab pada pemerintahan sebelumnya direhab kembali pada pemerintahan sekarang ini, tambahnya.

Defrianto berharap apa yang terjadi saat ini menjadi satu pelajaran yang berharga bagi kita, jangan sampai hal ini juga terjadi terhadap aset-aset daerah lainnya, kita melihat sudah cukup banyak aset-aset yang ada di Kb. Inhu ini yang terabaikan begitu saja seperti PLTD Telok Erong dan Pangkalan Kasai, Terminal dan Pasar Gerbang Sari, seyogyanya ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintahan selanjutnya, pungkasnya. (ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini