Kementerian ESDM Isyaratkan Pemprov dan Pertamina Kelola Blok Siak

Redaksi Redaksi
Kementerian ESDM Isyaratkan Pemprov dan Pertamina Kelola Blok Siak
img.net
PEKANBARU, riaueditor.com- Pemerintah Pusat sudah memberikan sinyal peluang kerja sama antara Pertamina dan BUMD Riau dalam pengelolaan blok Siak. Hal itu berdasarkan hasil pertemuan terakhir antara Pemprov Riau dengan Kementerian ESDM RI di Jakarta, kemarin.

Hal ini disampaikan Assisten II Setdaprov Riau, Wan Amir kepada wartawan. Dikatakannya, hasil pertemuan antara Kementrian ESDM dan Pemprov Riau yakni pengelolaan blok Siak dikelolah oleh PT Pertamina dengan syarat bekerja sama dengan Pemda Riau melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau.

"Setelah ini, kita kembali menjadwalkan pertemuan dengan pihak Pertamina. Selanjutnya kita akan berkoordinasi dengan pertamina dalam waktu yang tak terlalu lama," katanya, Kamis, (24/4).

Terkait pembagian keuntungan dikatakan Wan Amir belum bisa ditentukan semua tergantung dari hasil pembicaraan dengan pihak Pertamina. Setelah pertamina mengambil alih dari pemprov selanjutnya akan dibicarakan lagi dengan pertamina.

"Progres positif tersebut diperoleh dari hasil pertemuan awal Pemerintah Provinsi Riau dengan Kementerian ESDMI RI di Jakarta beberapa waktu lalu, pertemuan selanjutnya akan kita bahas dalam waktu dekat ini," ujarnya.
  
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Riau, Said Mukri menambahkan konsep kerja sama yang dipersiapkan. Kerjasama tersebut berupa opsi yakni apakah pengelolaan bersama atau sistem bagi hasil.
  
Namun tahapan itu dilaksanakan pasca berakhirnya pengelolaan persiapan Pertamina yang berakhir Mei mendatang. Nantinya, Riau Petroleum sebagai BUMD yang diusung juga mempersiapkan perencanaannya.
 
"Pertamina juga hadir pada rapat di Kementerian ESDM itu. Memang pada saat itu ada ketentuan untuk bekerja sama dengan daerah dalam pengelolaan ladang minyak di daerah," tambahnya.
 
Sedangkan untuk wujud kerja samanya, opsi yang disiapkan antara lain, Pertamina dan Riau Petroleum sama-sama dilibatkan dalam pengelolaan. Begitu juga untuk administrasi dan poin-poin strategis lainnya.
 
"Bisa juga dilakukan kerja sama dengan bagi hasil. Bisa saja 50:50 atau 60:40. Hal itu juga kita koordinasikan dengan daerah-daerah yang terkait dengan kawasan ladang minyak itu," tukasnya. (dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini