Kampar Dapat Bantuan Sapi Brahman Cross 100 Ekor

Redaksi Redaksi
Kampar Dapat Bantuan Sapi Brahman Cross 100 Ekor
sy/riaueditor.com
Bupati Kampar, H Jefry Noer saat memberikan pengarahan kepada 4 kelompok penerima bantuan sapi Brahman Cross di Lokasi RTMPE Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu, Selasa (4/10).
SIAK HULU, riaueditor.com - Dalam waktu dekat, 1035 ekor sapi jenis Brahman Cross akan disebarkan di Provinsi Riau, untuk Kabupaten Kampar sendiri kebagian 100 ekor sapi. Rencananya sapi itu akan sampai sekitar tanggal 28 Oktober mendatang.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kampar, Jaenudin pada saat memberikan pengarahan kepada 4 kelompok tani yang nantinya bakal menerima bantuan sapi Brahman Cross di Lokasi RTMPE Kubang Jaya, Selasa (4/10).

"Bantuan ini dari APBN pusat melalui kementrian pertanian, untuk tahun ini kita dapat bantuan 100 ekor," katanya.

Ia mengatakan, 100 ekor sapi itu nantinya diperuntukkan untuk 4 kelompok tani dari Kecamatan Tapung dan Kecamatan Tapung Hilir. Setiap kelompok nantinya akan mendapatkan 25 ekor sapi.

Ditambahkannya, sapi Brahman Cross ini disalurkan untuk menstabilkan harga daging, kemudian nantinya juga akan dikembangkan supaya bisa menjadi bibit.

"Sapi Brahman Cross ini nantinya akan kita kawinkan juga dengan sapi sejenis brahman, simentil dan limosin," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kampar H Jefry Noer mengatakan Sapi jenis Brahman Cross ini termasuk sapi liar, jadi dia tidak bisa dikandang sebelum jinak. Di Indonesia sendiri belum ada yg bisa sukses memelihara sapi jenis ini karena belum tahu caranya.

"Sapi Brahman Cross ini yg sangat riskan itu dua minggu pertama. Walaupun tergolong sapi liar, tetapi kalau kita tahu cara memeliharanya ia bisa menjadi jinak," katanya.

Ia berharap nantinya kelompok yang menerima bantuan ini harus serius, jangan nanti bapak dapat sapi itu lalu mati, makanya kita harus pandai dan tahu menjaganya.

Ditambahkannya, 100 ekor sapi itu nantinya nggak ada jantan, semuanya indukan, jadi nanti dilihat juga apa bisa kawin suntik atau tidak. Kalau ada bantuan CSR perusahaan, jangan kelompok ini lagi, kasih ke kelompok lain lagi.

Begitu nantinya sapi itu sudah mau dikirim, semuanya harus sudah kita siapkan, harus sudah ada rumput untuk makanannya, airnya juga harus ada, kalau bisa airnya nantinya pakai tower, kemudian konsetrat juga harus ada, jangan sampai stres pula sapi itu.

"Kelompok-kelompok ini nantinya harus berhasil, karena sudah pengalaman dan alumni dari P4S, kerjakan semua itu dengan serius," pungkasnya.
(Syailan Yusuf)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini