Johansyah Syafri: Tak Benar Tunda Bayar 2017 Akibat Pemkab Bengkalis Benamkan Uang di Bank

Redaksi Redaksi
Johansyah Syafri: Tak Benar Tunda Bayar 2017 Akibat Pemkab Bengkalis Benamkan Uang di Bank
ist.
Johansyah Syafri, Plt Kepala Dinas Kominfotik setdakab Bengkalis

BENGKALIS, riaueditor.com - Terkait beredarnya isu tunda bayar 2017 akibat pemkab Bengkalis membenamkan uang di bank, dibantah oleh Johansyah Syafri, Plt Kepala Dinas Kominfotik setdakab Bengkalis, Jumat (22/12/2017).

Dikatakan Johansyah, sebelumnya Bupati Bengkalis, Amril Mukminin menjelaskan kemungkinan kegiatan tahun anggaran 2017 mengalami tunda bayar seperti tahun sebelumnya. Kendati demikian, besaran tunda bayar belum bisa dihitung.

"Angka pastinya belum bisa kita hitung, nanti baru dapat kita ketahui akhir Desember. Sebab, sesuai informasi yang kita terima, dalam beberapa hari ke depan Pemerintah Pusat akan mentransfer dana. Konon termasuk dana kurang bayar tahun sebelumnya. Kita tentu berharap informasi itu bukan isapan jempol. Kita juga berharap, tunda bayar tahun 2017 ini jumlahnya lebih kecil dari tahun sebelumnya," ungkap bupati Amril usai memimpin rapat evaluasi fisik dan keuangan tahun 2017, Selasa (19/12/2017) lalu.

Terkait kemungkinan tunda bayar tersebut dia menjelaskan sudah menginstruksikan seluruh Perangkat Daerah mempersiapkan segala administrasinya.

"Sehingga apabila anggaran tersedia, dapat secepatnya dibayarkan sebagaimana tunda bayar tahun 2016 lalu," katanya.

Entah apa maksudnya dan meskipun sudah dijelaskan secara jelas penyebab tunda bayar tersebut, oleh segelintir orang terjadinya tunda bayar itu dikarenakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis "membenamkan" uangnya di bank untuk diambil bunganya.

"Dibenamnyo duit dalam bank. Berapa dia dapat bunga per bulan," ujar Dede Suherman Deded, dalam komentarnya di laman facebook grup Bengkalisinfo, menanggapi berita yang sempat dimuat cakaplah.com yang dibagikan Agus Setiawan, di hari yang sama pada pukul 21.39 WIB.

Guna meluruskan info yang tak benar dan bisa menyesatkan orang lain yang ditulis Dede Suherman Deded, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bengkalis, Johansyah Syafri, merasa perlu meluruskan.

Kata Johan melalui sambungan telepon dari Jakarta, Jum’at, 22 Desember 2017, apa ditulis Dede Suherman Deded itu hoax (bohong) dan bisa menyesatkan  orang yang membacanya.

Masih kata mantan Kabag Humas Sekretariat Daerah Bengkalis ini, jika Dede Suherman memiliki data dan fakta, silahkan tunjukkan di bank mana uang itu dibenamkan dan berapa besar jumlah dan bunganya serta  siapa yang menikmati bunga uang yang dimaksudkannya tersebut.

"Berkomentar memang tidak dilarang. Tapi jangan asal bicara. Kalau tak tahu persoalan sesungguhnya, sikap diam lebih bijak," ujar Johan, seraya mengutip sebuah kalimat bijak yang pernah dikemukakan Cak Lontong.

Adapun kalimat bijak yang dikutip Johan dari komedian yang nama aslinya Lies Hartono itu adalah, "Lebih baik diam dan kelihatan bodoh, dari pada banyak bicara dan bodohnya kelihatan", ulasnya.  (JR)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini