Jalan Merbau Menuju Sungai Ara Sepanjang 5,5 KM Rusak Parah, Perekonomian Warga Terganggu

Redaksi Redaksi
Jalan Merbau Menuju Sungai Ara Sepanjang 5,5 KM Rusak Parah, Perekonomian Warga Terganggu
zul/riaueditor.com
Jalan Merbau Menuju Sungai Ara Sepanjang 5,5 KM Rusak Parah, Perekonomian Warga Terganggu
BUNUT, riaueditor.com - Kondisi jalan Merbau di Kecamatan Bunut menuju Sungai Ara di Kecamatan Pelalawan sepanjang 5,5 KM kondisinya saat ini rusak parah.Jalan penuh lubang bak kubang dan berlumpur. Kendaraan yang nekat menerobos jalan terpaksa berjuang keras melewatinya.

Salah serang warga Tempatan Adep Aridi (28) kepada riaueditor.com, Kamis (20/10/2016) menyebutkan bahwa panjang jalan Merbau menuju sungai ara adalah 8,5 KM. Sementara 3 KM sudah di beton dimana ‎1 KM di beton pada tahun 2013,1 KM pada tahun 2014 dan 1 KM lagi pada tahun 2015 melalui APBD Pemkab Pelalawan. Namun pada tahun 2016 tidak ada lagi jalan yang di beton. Meskipun 3 KM sudah di beton tapi di sejumlah titik jalan juga mengalami kerusakan.

"Kini sisanya yang belum di beton sepanjang 5,5 KM sudah seperti kubangan, lubang di mana-mana penuh air dan berlumpur. Karena curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini. Sementara kalau kemarau kondisi jalan akan berdebu. Tapi ya kalau musim hujan terasa lebih parah. Jangan kendaraan roda 4 yang kerap terperosok lumpur sedangkan roda 2 saja kerap jatuh dan terpeleset akibat kondisi jalan. Tapi juga disepanjang jalan diluar 5,5 KM di sejumlah titik juga kondisinya rusak yang membuat jalan sepanjang 8,5 KM tidak nyaman dilewati," ungkapnya.

Dikatakan Adep, jalan kondisinya yang parah adalah jalan masuknya dari Jalan Lintas Bono berpas-pasan di desa Merbau menuju sungai Ara dan tembus satu alur kepangkalan terap Teluk Meranti.

"Akses jalan tersebut adalah salah satu akses jalan  masyarat untuk mengeluarkan hasil perkebunan kelapa sawit yang sebagian besar menjadi penghasilan masyarakat. ‎Malah jalan ini juga akses satu-satunya jalan menuju ke Ibukota kabupaten Pelalawan yakni Pangkalan Kerinci," ungkapnya.

Adep menjelaskan, masyarakat berharap kepada Pemkab Pelalawan agar bisa memperhatikan jalan akses bagi masyarakat ini. "Meskipun 1 km pertahun di rijet seperti tahun-‎tahun sebelumnya tentu sangat membantu. Perekonomian warga jadi terganggu. Warga banyak mengeluh kehabisan tenaga, waktu dalam menjalankan perekonomian gara-gara kondisi jalan yang jauh dari kata layak," tutupnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini