Jagad MPI Nilai Banyak Proyek Fisik 2015 di Inhu Asal Jadi

Redaksi Redaksi
Jagad MPI Nilai Banyak Proyek Fisik 2015 di Inhu Asal Jadi
ali/riaueditor.com
Proyek pembangunan Drainase di Jalan Kahar Maskur yang roboh padahal baru selesai dikerjakan.
RENGAT, riaueditor.com - Proyek Fisik yang bersumber dari APBD Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Tahun 2015 dikerjakan asal jadi alias mengedepankan kwantitas tanpa pertimbangan kualitas atau mutu. Demikian disampaikan Suharmani, Ketua LSM Jagad MPI Inhu, Selasa (5/1).

Menurutnya, beberapa dari proyek tersebut yang saat ini bermasalah dengan mutu pekerjaan seperti Pembangunan Optimalisasi Kelistrikan RSUD Indrasari Rengat dari Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Inhu, Gedung BKD Inhu dan Drainase Kota Rengat di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Inhu. Optimalisasi Kelistrikan Distamben Inhu menelan Dana Rp. 7,9 Milyar, Draenase Kota Rengat Jalan Kahar Maskur dan Jalan Datuk Sarimin Rp. 1,1 Milyar dan Gedung BKD (Badan Kepegawaian Daerah) menelan Dana Rp. 4 Milyar.

Besarnya Anggaran yang dikucurkan Pemkab Inhu untuk membangun ketiga sarana penting tersebut tidaklah sesuai dengan hasil yang diharapkan, dan terkesan hanya mengutamakan penyelesaian pekerjaan ketimbang mengejar mutu dari bangunan itu sendiri, akibatnya baru seminggu selesai dikerjakan proyek tersebut sudah harus direnovasi.

"Robohnya drainase di jalan Datuk Sarimin Kelurahan Sekip Hulu, Rengat pada 31 Desember 2015 lalu sontak membuat masyarakat kaget, pasalnya Drainase tersebut baru saja selesai dikerjakan 25 Desember 2015," katanya.

Kejadian ini menurut Suharmani Ketua LSM Jagad MPI Inhu, Selasa (5/1) tidak terlepas dari buruknya kinerja aparatur pemerintah terkait Pengawasan, PPTK, PA, Konsultan Pengawas serta oknum-oknum lainnya.

"Lemahnya pengawasan terhadap Pelaksanaan Proyek tentu akan berakibat terhadap mutu dari proyek itu sendiri. Sesuai temuan dari tim PHO (Profesional Hand Over) Distamben Inhu menyatakan Proyek Optimalisasi Kelistrikan RSUD Indrasari sudah selesai karena seluruh itemnya sudah selesai, namun terdapat kekurangan di beberapa item pekerjaan yang memerlukan perbaikan," ujarnya.

Lalu bagaimana Mutu dari Bangunan serta barang yang diadakan dalam Proyek tersebut, tentu harus dilakukan evaluasi dan untuk bangunannya dilakukan uji lab (Laboratorium), sehingga akan diketahui layak atau tidak sebuah pekerjaan tersebut.

"Kita melihat hal inilah yang sering diabaikan oleh Pihak-pihak yang terlibat didalam sebuah proyek, mutu harus tetap menjadi yang nomor satu bukan asal siap saja, sehingga uang yang dikeluarkan Pemerintah tidak sesuai dengan Hasil yang didapatkan", pungkasnya. (Ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini