Firdaus Wahidin Juara I Camat Penggerak Pembangunan Non APBD dan APBN di Pelalawan

Redaksi Redaksi
Firdaus Wahidin Juara I Camat Penggerak Pembangunan Non APBD dan APBN di Pelalawan
zul/riaueditor.com

PELALAWAN, riaueditor.com - Camat Pangkalan Kuras, Firdaus Wahidin akhirnya meraih juara 1 Camat Penggerak Pembangunan non APBD dan APBN Kabupaten Pelalawan disusul juara 2 Camat Pangkalan Lesung Adnan,SH dan juara III Camat Bunut Sri Nursari, SE.

Penyerahan reward berupa piagam penghargaan diserahkan langsung Bupati Pelalawan HM Harris di sela-sela pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)  Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tingkat Kabupaten Pelalawan yang berlangsung di aula lantai II Kantor Bappeda Pelalawan, Rabu (11/3/2020).

Sebelumnya, Kamis (20/2/2020) lalu tim penilai terdiri dari Asisten II Setdakab Pelalawan bidang ekonomi dan pembangunan Atmonadi, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Ir Arizal, Kepala Bappeda Ir HM Syahrul Syarif M.Si melakukan penilaian terhadap 5 camat yang masuk nominasi yang berlangsung di Kantor Bappeda Pelalawan dengan melakukan presentase dan pemaparan terhadap kinerjanya selama tahun 2019 dihadapan tim.

Adapun ke 5 camat yang masuk nominasi penerima reward Penggerak Pembangunan non APBD dan APBN yakni Camat Bunut Sri Nursari SE, Camat Pangkalan Kuras Firdaus Wahidin, Camat Pangkalan Lesung Adnan SH, Camat Bandar Petalangan mukhtarius SP, dan Kerumutan Husnizal. 

Firdaus Wahidin usai menerima penghargaan menyampaikan bahwa dirinya tetap terus berkomitmen untuk menggali berbagai potensi dalam menggerakkan pembangunan di luar APBD dan non APBN. 

"Peran serta perusahaan dan swadaya masyarakat terus digalakkan dan dimaksimalkan dalam pembangunan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Pelalawan Ir HM Syahrul Syarif M.Si menyebutkan Pemerintah Kabupaten Pelalawan pada tahun 2020 ini berupaya memancing dan memacu semangat kinerja para Camat dengan memberikan penghargaan atau reward terhadap Camat yang dinilai sebagai penggerak pembangunan non APBD atau APBN.

Penilaian sudah dilakukan secara profesional terhadap inovasi, terobosan, ide, inisiatif, kebijakan dan kreatifitas Camat dalam menggerakkan pembangunan di daerahnya dengan menggunakan anggaran di luar APBD dan APBN. Seperti memaksimalkan CSR, swadaya masyarakat dan lainnya dalam menjalankan pembangunan di tengah-tengah masyarakat. 

"Sejumlah faktor sekecil apapun jadi pertimbangan tim penilai. Selamat kepada camat yang sudah mendapat reward dan kita berharap kedepannya para camat lebih inovatif lagi dalam menggerakkan pembangunan," tutupnya. (ZoelGomes)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini