Disperindag Bengkalis Taja Pelatihan dan Pembekalan Pelaku Usaha

Redaksi Redaksi
Disperindag Bengkalis Taja Pelatihan dan Pembekalan Pelaku Usaha

BENGKALIS - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bengkalis, H. Ismail secara resmi membuka pelatihan dan pembekalan kemetrologian bagi 40 orang pelaku usaha yang digelar Senin (26/5/2014) di aula Disperindag Bengkalis.

Pembekalan kemetrologian yang bertema Penyebaran Informasi Perlindungan Konsumen dan Penyuluhan Kemetrologian ini, mendatangkan dua instruktur dari Disperindag Provinsi Riau. Acara ini juga membuka ruang yang selebar-lebarnya untuk berdiskusi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Disperindag H. Fakhrullrazy, Kabid Perdagangan Dalam Negeri H Arlingga, Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen dan Swadaya Masyaraakt (LPKSM) serta undangan dari sejumlah SKPD.

Kadisperindag, H Ismail dalam sambutannya mengatakan, setidaknya ada dua sasaran yang ingin dicapai dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Pertama, perlunya para pelaku usaha mengetahui tentang perlindungan konsumendan perlunya mereka mendapatkan pengetahuan yang cukup tentang kemetrologian.

Sementara tujuan yang ingin dicapai dengan adanya kegiatan tersebut adalah meningkatkan SDM pelaku usaha dan konsumen dalam melakukan pemakaian alat UTTP (Alat-Alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya). Kemudian menghindari terjadinya penyimpangan pada transaksi jual beli.

"Tujuan lainnya adalah memberikan pengetahuan yang luas bagi para pelaku usaha dan konsumen tentang ilmu perlindungan konsumen dan kemetrologian," jelas Ismail.

Menurut Kadisperindag Bengkalis ini, terkait dengan kemetrologian itu adalah kesadaran dari para pelaku usaha untuk tidak melakukan perbuatan yang bisa merugikan konsumen. Lantaran tingginya tingkat persaingan usaha antar pelaku usaha, terkadang membuat para pelaku usaha melakukan hal-hal yang melanggar aturan. Seperti melakukan rekayasa atau modifikasi alat ukur/timbangan.

Tindakan curang seperti itu, lanjut Ismail bukan hanya merugikan konsumen, melainkan juga berakibat roda perekonomian secara global.

"Bahkan para pelaku usaha seperti itu suatu saat nanti akan tetap ketahuan, sehingga para konsumen lari ke tempat lain yang akan menyebabkan pelaku usaha ikut merugi," tutup Ismail.(BO/dri)

 


Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini