Dewan Minta Satu Sumber Rujukan Data Warga Miskin di Pelalawan, M Syahrul: Data Bappeda Lebih Valid

Redaksi Redaksi
Dewan Minta Satu Sumber Rujukan Data Warga Miskin di Pelalawan, M Syahrul: Data Bappeda Lebih Valid
Ir M Syahrul Syarif MSi
PELLAWAN, riaueditor.com - Setakat ini, ada empat instansi yang memiliki data warga miskin di Kabupaten Pelalawan, diantaranya Bappeda, Diskessos, Bagian Ekonomi dan BPS yang masing-masing dinilai Dewan memiliki kriteria warga miskin yang berbeda-beda. Sehingga data yang dimiliki satu dengan lainnya tidak sinkron dan mempengaruhi upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan dalam menekan angka kemiskinan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Pel‎alawan kepada H Abdullah AMd, kepada riaueditor,‎ Kamis (6/10/2016). Menurutnya, jika di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ada Tim penanggulangan Kemiskinan Kabupaten, Dinas Kesejahteraan Sosial (Diskessos) ada berbagai program seperti bedah rumah, Bagian ekonomi ada data penerima raskin dan Badan Pusat Statistik (BPS) ada data mereka sendiri.

"Mereka ini punya data-data warga miskin sendiri-sendiri dengan kriteria miskin yang berbeda-beda pula. Seharusnya data satu sama lain harus sinkron. Atau di Bappedanya sebagai Leading sektor karena ada Tim Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten tersebut. Ini sangat berpengaruh kepada upaya Pemkab Pelalawan dalam menekan angka kemiskinan. Data ini akan jadi acuan oleh seluruh instansi sampai di tingkat Desa, Kelurahan maupun Kecamatan," ujar Abdullah.

Dikatakan Abdullah, memang dari empat sumber tersebut datanya semuanya berada di 11 koma sekian persen, namun mereka punya data masing-masing.

"Jadi jelas orangnya berbeda-beda. Sehingga wajar banyak keluhan dari warga seperti penerima raskin orang yang punya mobil, punya motor atau yang sekiranya tidak masuk dalam kategori penerima raskin tapi tetap menerima. Ini contoh saja, tentu masih banyak permasalahan yang lainnya. Wajar jika angka 11 persen itu tak beranjak. Makanya kita minta ada evaluasi data seharusnya ada kesinkronan sehingga program pengentasan dan menekan angka kemiskinan dapat cepat teratasi," ucapnya.

Sementara itu, Ir M Syahrul Syarif MSi saat ditemui riaueditor.com beberapa waktu lalu saat acara 1 Muharram 1438 H di Pangkalan Kerinci menyebutkan bahwa data warga miskin yang dimiliki ol‎eh Bappeda Pelalawan seharusnya menjadi data dasar yang diiakui oleh seluruh instansi.

"Kita punya Tim dalam pendataan warga miskin di Pelalawan dan data kita link ke provinsi maupun pusat," tukasnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini