Dari Peringkat 32, Sekarang Serapan APBD Riau Berada di Peringkat 22 Nasional

Redaksi Redaksi
Dari Peringkat 32, Sekarang Serapan APBD Riau Berada di Peringkat 22 Nasional
ilustrasi
PEKANBARU, riaueditor.com - Sempat menjadi peringkat keempat terbawah se Indonesia, saat ini serapan APBD Riau sudah mencapai 25,53 persen. Angka ini meningkat dari sebelumnya Riau peringkat 32 saat ini sudah menjadi peringkat 22 Nasional.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman kepada wartawan. Dikatakannya, saat ini realisasi APBD Riau sudah mencapai 25,53 persen. "Sekarang kita sudah meningkat, jadi tidak ada persoalan lagi," katanya saat ditemui disela-sela pembukaan pacu jalur di Kuansing.

Secara keseluruhan realisasi Pemprov Riau tidak ada masalah lagi, hanya saja masih ada, namun masih ada kontraktor yang belum mengambil uang mukanya. "Sekarang uang muka yang belum diambil itu ada senilai Rp2,1 triliun, kalau sudah diambil maka realisasi kita semakin melonjak," tukasnya.

Sementara itu sebelumnya, Assisten II Setdaprov Riau, Masperi mengaku irealisasi masih terendah secara nasional. Namun saat ini posisi realisasi APBD Riau sudah naik menjadi peringkat 22 secara nasional.

"Itu laporan realisasi keuangan Riau saat pak Tjahjo ke Riau dulu, sekarang sudah jauh dari angka itu, jadi saya kaget juga ada pernyataan dari Kemendagri seperti itu," ujar Masperi.

Menurut Masperi apa yang dirilis Kemendagri itu tidak salah, namun itu sudah realisasi Juni lalu. Sedangkan realisasi sekarang sudah mencapai
25,53 persen. Namun jika dibandingkan dengan realisasi nasional Riau masih ketinggalan, karena saat ini realisasi APBN sudah mencapai 31,30 persen.

"Sebenarnya jika dilihat dari realisasi fisik Riau, kita lebih tinggi dibandingkan nasional, karena realisasi fisik Riau sudah mencapai 47 persen, sedangkan nasional baru 36 persen. Ini juga disebabkan karena banyak kontraktor belum mengambil uangnya," jelas masperi.

Sebagai ketua Tim Evaluasi Pengendalian Penyerapan Anggaran (TEPRA) Masperi menyebutkan laporan realisasi saat ini sudah dilaporkan ke Kemendagri. Artinya setiap akhir bulannya dilaporkan ke Kemendagri, jelas Masperi.(dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini