Bantah Riskan Putus Kontrak, Diskes Sebut Realisasi Fisik Pembangunan Puskesmas Rawat Inap Kuala Kampar 90 Persen

Redaksi Redaksi
Bantah Riskan Putus Kontrak, Diskes Sebut Realisasi Fisik Pembangunan Puskesmas Rawat Inap Kuala Kampar 90 Persen
zul/riaueditor.com

PELALAWAN, riaueditor.com - Pembangunan Puskesmas Rawat Inap di Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau yang  dibangun dengan dana berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Afirmasi Bidang Kesehatan, dengan Pagu senilai Rp 4,6 miliar pada Oktober 2020 lalu disebut-sebut masuk dalam 5 paket pekerjaan fisik jadi sorotan Pemkab Pelalawan, karena masih rendahnya realisasi fisik di lapangan. Sehingga dinilai riskan tak siap dan putus kontrak.

Namun hal tersebut dibantah tegas oleh Asril,M.Kes Krpala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan kepada riaueditor.com, Kamis (5/11/2020). Menurutnya, dalam evaluasi realisasi fisik keuangan APBD Pelalawan tahun 2020 ada kesalahan penyampaian oleh perwakilan Diskes terkait realisasi fisik pembangunan.

"Laporan realisasi fisik pembangunan puskesmas rawat inap Kuala Kampar yang 61 persen yakni bulan Agustus, kalau sekarang keseluruhan sudah 90 persen. Tahap akhir pembangunan kini hanya tinggal menyatukan ruang perawatan dengan ruang yang lama yang tinggal 60 persen lagi," ucapnya. 

Asril optimis pembangunan puskesmas selesai tepat waktu sesuai kontrak hingga tanggal 29 November 2020.

"Bupati Pelalawan semalam langsung meninjau puskesmas dalam lawatan kunjungan kerja ke Kuala Kampar dan Saya termasuk mendampingi beliau yang juga hadir konsultan,rekanan dan BPK. Bupati juga optimis pembangunan puskesmas rawat inap akan selesai tepat waktu," paparnya. 

Untuk diketahui, Bupati Pelalawan HM Harris dan Ketua DPRD Pelalawan Adi Sukemi, ST.MM meletakkan batu pertama pembangunan Puskesmas Rawat Inap Kuala Kampar pada 26 Juni 2020 lalu.

Pembangunan unit baru Puskesmas Kuala Kampar dibangun setelah melakukan penghapusan aset bangunan puskesmas lama yang dibangun sewaktu masih Kabupaten Kampar. Lalu diajukan pembangunan pembangunan rawat inap baru ke pusat dan dikabulkan.

Sementara pembangunan puskesmas lama memang sudah tidak layak dan dikhawatirkan rentan roboh, namun pembangunan puskesmas baru masih terintegrasi dengan bangunan yang lama. (ZoelGomes)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini