Bagian Kesra Setdakab Bengkalis Taja Pelatihan Manajemen Masjid

Redaksi Redaksi
Bagian Kesra Setdakab Bengkalis Taja Pelatihan Manajemen Masjid
humas bengkalis
Bagian Kesra Setdakab Bengkalis Taja Pelatihan Manajemen Masjid
BENGKALIS, riaueditor.com - Manajemen atau idarah masjid yang baik harus bisa memberikan tempat terbaik bagi jamaah dalam melaksanakan ibadah maupun kegiatan sosial kemasyarakatan. Karena itu, peran takmir masjid harus ditingkatkan, sehingga bisa menciptakan kemakmuran masjid.

Demikian disampaikan Bupati Bengkalis Amril Mukminin dalam sambutannya yang dibacakan Plt Asisten III Setda Bengkalis, Hermanto saat membuka pelatihan manajemen masjid yang ditaja oleh Bagian Kesra, di Wismo Kito, Senin (28/3).

Jika melihat esensi makna dari idarah masjid, maka pengurus maupun jamaah masjid mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memakmurkan masjid. Langkah ini penting agar peran dan fungsi masjid sebagai pusat pertumbuhan peradaban islam dapat diaplikasikan di tengah-tengah umat.

"Apalagi selama ini masih ada anggapan dari umat Islam, bahwa masjid hanya sebatas sebagai pusat ibadah dalam arti sempit, seperti shalat. Seharusnya masjid bisa lebih dikembangkan menjadi madrasah, tempat konsultasi hukum islam maupun sosial kemasyarakatan lainnya," ungkap Amril Mukminin seperti disampaikan Hermanto.

Kepada peserta yangtelah mengikuti pelatihan ini diharapkan agar benar-benar bisa menerapkan pengelolaan masjid secara profesional, sehingga bisa menghilangkan persepsi masjid dalam arti sempit tersebut.

Berpijak pada prinsip ajaran Islam tentang keterpaduan antara ibadah mahdhoh dengan ibadah sosial, maka masjid haruslah memancarkan cahaya yang menyinari lingkungan dan jamaahnya.

"Oleh karena itu, setiap kegiatan yang dilakukan di dalam masjid harus berimplikasi pada kemanfaatan masyarakat, bahkan setiap persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kalau mungkin dapat diselesaikan berdasarkan nilai-nilai yang berkembang di dalam masjid," ungkap Hermanto.

Pada kesempatan itu, Hermanto juga mengajak para pengurus masjid untuk lebih aktif dan kreatif serta ikhlas melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan. Terlebih saat ini umat islam dihadapkan dengan pengaruh negatif dari globalisasi, seperti mulai lunturnya moral dan akidah generasi muda Islam, pengaruh narkoba, pornografi, minuman keras dan kenakalan remaja.

"Kita punya tanggungjawab untuk membangkitkan semangat remaja islam masa kini agar mencintai dan memakmurkan masjid. Mengingat ada kecenderungan di beberapa daerah, remaja islam sudah jarang sekali berada di masjid, mereka terkalahkan teknologi canggih serta pergaulan bebas," tandasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati Bengkalis menyambut baik Pelatihan Manajemen Mesjid se Kabupaten Bengkalis yang yang ditaja oleh bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Gedung Daerah Bengkalis ini.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari, 28 hingga 30 Maret dengan jumlah 40 peserta. Para peserta diinapkan di Hotel Wisma Kito Jalan Hangtuah, Bengkalis.

Para peserta juga diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada yang lain serta dapat menjadi contoh dalam pemersatu keyakinan dan sebagai pendidik yang memberikan pendidikan tentang agama.

Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan pembekalan ilmu tentang Pengelolaan masjid, yakni agar para takmir memahami tentang penataan dan pengelolaan Mesjid secara optimal sehingga dapat memungsikan massjid menurut syiar islam.(der/jal)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini