Annas Tidak akan Pandang Bulu Dalam Memakai Pejabat

Redaksi Redaksi
Annas Tidak akan Pandang Bulu Dalam Memakai Pejabat
Humas Riau
Gubri Annas Maamun didampingi Sekda Prov Riau, Kadis PU, Karo Humas, Karo Umum tinjau progres pembangunan jembatan Siak IV serta fasilitas pendukungnya, Senin (24/2/2014.
PEKANBARU, riaueditor.com- Gubernur Riau, Annas Ma'mun terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat Riau. Terutama infrastruktur, kesehatan hingga pendidikan. Bahkan, Annas memastikan tidak akan pandang bulu dalam memakai pejabat yang ingin bekerja memberikan yang terbaik untuk bumi lancang kuning.

"Saya kemarin rapat dengan kepala dinas-kepala dinas, saya tanya duit kita ini untuk apa saja. Jangan banyak-banyak ke Jakata, saya selama 7,5 tahun menjadi Bupati Rohil, hanya 18 kali periode pertama dan 9 kali periode kedua menginjak Ibukota Jakarta, jadi jangan sering-sering ke Jakarta," kata Annas dalam pertemuan persiapan acara kemah DMDI yang dihadiri 3 Negara yakni Singapore, Malaysia dan Thailand.

Annas meminta kepada pejabat-pejabat yang dipakainya sebagai staf untuk mempergunakan anggaran dengan sebaik-baiknya. Terutama jalan-jalan yang rusak hingga mencarikan solusi untuk listrik yang akhir-akhir ini sering padam.

"Coba lihat nanti pak Kepala dinas PU, jalan-jalan kita menuju Okura ini banyak yang rusak nanti kita perbaiki. Nah, lampu-lampu jalan yang tidak hidup kalau bisa tak usah pakai PLN, kita pakai tenaga surya seperti di Rohil sana. Kalau pakai PLN kejap mati kejab hidup," ujar Annas, Senin (24/2).

Selanjutnya Annas meminta kepada masyarakat dan tokoh masyarakat untuk dapat bekerjasama tidak meminta ganti rugi apabila ada pelebaran jalan. Karena apabila jalan dilebarkan harga tanah akan lebih tinggi dari sebelumnya. "Jangan minta ganti rugi pula, kalau sudah dilebarkan naikkan saja harga tanah itu bekali-kali lipat," ucapnya diikuti ketawa hadirin.

Masih katanya, untuk menjalankan roda pemerintahakan dirinya tidak pandang bulu untuk memakai pejabat yang ingin bekerja dan melakukan yang terbaik untuk masyarakat. Apalagi suku juga tidak akan membedakannya dalam mengangkat seseorang dalam jabatannya.

"Mau itu Jawa, Batak, Melayu, Minang semua saya pakai. Jadi tidak ada istilah orang Rohil saja dipakai, pokoknya yang mau bekerja saja," tukas mantan Bupati Rohil itu.(dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini