Anak-anak Suku Akit Minta Gedung Sekolah ke Mensos Khofifah

Redaksi Redaksi
Anak-anak Suku Akit Minta Gedung Sekolah ke Mensos Khofifah
Anak-anak Suku Akit Minta Gedung Sekolah Ke Mensos Khofifah.
RANGSANG PESISIR, riaueditor.com - Saking besarnya keinginan untuk bersekolah, tidak mengurungkan niat anak-anak suku Akit untuk mendapatkan pendidikan, meski tanpa gedung sekolah.

Hal inilah yang dialami anak-anak suku Akit di Desa Sokop Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti ini. Dimana mereka bersekolah menumpang di Balai Adat tanpa atap dan dinding.

Yang lebih mengharukan, siswa-siswi yang berjumlah 38 orang ini bersekolah di Balai Adat itu hanya memiliki 17 meja tanpa kursi, dan satu meja berkungsi duduk bertiga. Dimana jika musim panas mereka berpanas, dan musim hujan mereka pulang cepat.

Ibu Riyati merupakan satu-satunya guru disekolah itu rela menyempatkan waktunya untuk mengajar anak-anak tersebut ketika sore sepulang dari mengajar di SDN 15 Kecamatan Rangsang Pesisir.

Riyati rela mengajar tanpa digaji demi anak-anak suku Akit agar bisa mendapatkan ilmu sebagaimana anak-anak lainnya. Dan diantara 38 anak-anak itu, 2 persennya merupakan anak yang memiliki keterbelakangan mental.

"Awalnya memang inisiatif saya untuk membangun sekolah ini dikarenakan saya sangat kasihan melihat mereka yang kurangnya pendidikan. Tetapi inisiatif saya didukung penuh oleh orang-orang tua mereka, sehingga kami tempati Balai Adat itu untuk proses belajar mengajar sementara," sebut Riyati pada awak media saat menanti kedatangan Mensos RI, Kamis (5/3/2015).

Sangking besarnya dukungan orang tua mereka kata Ibu Riyati, mereka sanggup mengantar anak-anaknya ke tempat belajar tiap harinya yang berjarak sekitar 2KM itu, dan rela ikut bergotong royong membersihkan tempat tersebut untuk digunakan sebagai sarana sekolah.

"Memang ada pihak sekolah lain menyuruh bergabung di SDN 15, namun mereka tidak bisa ikut bergabung dikarenakan jarak yang jauhnya mencapai 10 KM," terangnya.

Namun begitu kata Riyati, dirinya yang telah mengajar selama 8 bulan lamanya dan ikhlas tanpa digaji demi mengajar anak-anak suku Akit tersebut. Namun atas kebijakan kepala Sekolah SDN 15, selama mengajar 8 bulan tersebut Riyati dibantu Rp 1 juta.

"Saya dibantu oleh Kepala Sekolah SDN 15 sebesar Rp 1 juta, walau selama 8 bulan mengajar sesungguhnya saya ikhlas dan tidak menghiraukan masalah gaji," ungkap Riyati.

Riyati berharapa dengan kedatangan Menteri Sosial (Mensos) ini bisa membantu bangunan sekolah untuk anak-anak suku Akit. Hal ini rencananya akan diungkapkan Riyati pada dialog dengan Mensos.

Mendengar hal itu, Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi langsung menanggapinya. "Hal ini tidak perlu sampai ke Mensos lagi, cukup sampai
ke Bupati saja. Nantinya saya tegaskan agar Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti segera merealisasikannya," tegas Bupati.(azw)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini