‎Kunjungan Balasan Tiga Pengembang Wirausaha Lund University Swedia Ke Pelalawan

Redaksi Redaksi
‎Kunjungan Balasan Tiga Pengembang Wirausaha Lund University Swedia Ke Pelalawan
Zul/riaueditor.com
‎Kunjungan Balasan Tiga Pengembang Wirausaha Lund University Swedia Ke Pelalawan

PELALAWAN, riaueditor.com - Gayung bersambut, studi banding (stuban) yang dilakukan oleh Bupati Pelalawan HM Harris didampingi Kepala Bappeda Pelalawan Ir M Syahrul Syarif MSi bersama Bupati Bantaeng‎ Sulsel pada pertengahan bulan Juni tahun 2016 lalu ke Swedia akan mendapat kunjungan balasan dengan kedatangan 3 orang pengembang wirausaha dari Lund University yang dijadwalkan berada di Kabupaten Pelalawan selama 2 hari 19 hingga 20 Mei 2017 mendatang. 

"Ya, sebenarnya kedatangan ketiga orang pengembang wirausaha dari Lund University Swedia dijadwalkan pada Bulan Oktober 2016 dan April 2017 lalu, namun baru bisa terwujud di bulan Mei ini. Mereka akan berada di Kabupaten Pelalawan selama dua hari untuk mendatangi sejumlah lokasi terutama di Kuala Kampar dalam rangka identifikasi lokasi potensi pengembangan Win Power, yakni pembangkit listrik tenaga angin dan di kawasan techno park untuk pengembangan pengolahan nabati sawit," papar Kepala Bappeda Ir M Syahrul Syarif MSi.

Dikatakan M Syahrul, saat kunjungan ke Lund university, Bupati Pelalawan HM Harris banyak menceritakan soal pembangkit listrik Langgam Power yang berasal dari gas. Sementara Lund University sudah mengembangkan Win Power. Dan tertarik melakukan kerjasama dengan Pemkab Pelalawan untuk pengembangan potensi Win Power. 

Sedangkan untuk ‎pengembangan minyak nabati merupakan point dari kesepakatan kerjasama antara Lund University dan BPPT RI yang tertuang dalam MoU yang isinya adalah pengembangan kawasan industri dan potensi pengolahan nabati sawit di kawasan Technopark Pelalawan. 

"Ya, untuk Win Power atau pembangkit listrik ‎tenaga angin ini tentunya menjadi energi terbarukan. Selain hemat, juga mudah selama ada angin maka pembangkit listrik akan berjalan dengan artian ketergantungan menggunakan energi fosil dapat dikurangi. Kalau pengembangan minyak nabati sawit merupakan bagian dari point kesepakatan antara Lund University dengan BPPT RI dalam upaya pengembangan kawasan Techno park," ucapnya. 

Untuk diingat sekali lagi, sambung M Syahrul ini masih dalam tahap identifikasi lokasi dan potensi pengembangan. "Diidentifikasi dulu, apakah angin yang diharapkan cocok antara kombinasi matahari dan angin hibridnya di Kuala Kampar yang dinilai cukup jauh untuk dijangkau listriknya dari Langgam Power begitu juga dengan potensi pengembangan nabati sawit yang sudah dikembangkan di kawasan Techno Paark Ideon di Lund University.  Tahapan-tahapan selanjutnya akan terus dilakukan koordinasi dan komunikasi," tukasnya. (zul) 


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini