Tak Jelas Draf, Pansus Ranperda Menara Telekomonikasi Ancam Kembalikan Ranperdanya

Redaksi Redaksi
Tak Jelas Draf, Pansus Ranperda Menara Telekomonikasi Ancam Kembalikan Ranperdanya
eza
Ketua Pansus Ranperda Menara Telekomunikasi, Dian Sukheri Sip
PEKANBARU, riaueditor.com - Ketua Pansus Menara Telekomunikasi DPRD Kota Pekanbaru, Dian Sukheri Sip menyayangkan sikap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) yang tidak kunjung siap memaparkan progres kerjanya. Pasalnya hampir setahun melakukan pembahasan pansus Ranperda Menara Telekomunikasi hingga kini belum juga selesai.

" Izin pendirian tower terus berjalan, tapi Kadishubkominfo hingga kini belum juga menyampaikan progresnya. Padahal kita meminta sudah sejak dua minggu lalu dan Dishubkominfo belum juga menyiapkan draf Ranperda menara Telekomunikasi untuk di persentasekan kepada kita. Saya sudah menyampaikan ke pimpinan kalau Dishubkominfo tidak bisa menyampaikan progresnya maka semua Ranperda ini akan kita kembalikan, karena kami tidak pernah penyelesaikan persoalan selama ini," kata Dian Sukheri ketika dikonfirmasi, Selasa (20/10)
 
Pansus Ranperda Menara telekomunikasi telah menjadwalkan rapat kerja bersama DIshubkominfo, Senin (19/10) sore kemarin, namun saat ditanya draf Ranperda menera telekomunikasi yang diminta ternyata Dishub belum bisa menjelaskan karena bahan belum siap.

Kepala Dishubkominfo, Aripin Harahap yang hadir saat itu mengatakan, bahwa pihaknya ada beberapa penggantian jabatan baru, maka pihaknya mememinta waktu dua minggu baik untuk menambahkan drafnya atau menguranginya. " Inilah kelemahan kami di dalam dan kami belum menyiapkan bahan untuk mempresentasikan bahan ini, maka kami meminta waktu dua minggu," ujar Aripin.

Sementara itu, anggota Pansus Ranperda Menara Telekomunikasi, Ida Yulita Susanti, mengaku sangat kesal kepada Diahubkominfo karena belum selesainya draft ranperda tentang telekomunikasi. "Jadi, tidak perlu waktu dua minggu, bila perlu dipanggil tenaga ahli untuk duduk bersama untuk membahas persoalan ini. Bila perlu dibahas bab per bab, sebab masih banyak persoalan yang kami kerjakan nantinya," tegas Ida. (eza)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini