Reklame Illegal Marak, DPRD Pertanyakan Komitmen dan Ketegasan Pemerintah

Redaksi Redaksi
Reklame Illegal Marak, DPRD Pertanyakan Komitmen dan Ketegasan Pemerintah
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Zulfan Hapiz ST
PEKANBARU, riaueditor.com - Belum ada tindakan yang berarti, pasalnya sampai saat ini masih saja ditemukan tiang reklame illegal membuat DPRD Kota Pekanbaru geram. Untuk itu DPRD Pekanbaru mempertanyaka komitmen dan ketegasan Pemerintah terhadap penertiban reklame illegal yang belum tuntas sampai saat ini.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Zulfan Hapiz ST. Ia mendesak dan menekankan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam hal dinas terkait terhadap tindakan dan penertiban tiang reklame yang jelas berdiri illegal.

" Dinas Tata Ruang dan Bangunan (Distaruba), Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dan Satpol PP, serius dalam melakukan penertiban reklame yang diduga ilegal. Akibat pendiriannya sudah merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Titik reklame itukan ada Perwako-nya, acuan harus berdasarkan perwako yang dikeluarkan. Sekarang ini banyak sekali titik tidak sesuai dengan perwako tapi dikeluarkan oleh dinas terkait IMB-nya," kata Zulfan ketika dikonfirmasi, Selasa (13/10)

Zulfan juga menyayangkan Pemko tidak komitmen dengan aturan yang telah dibuatnya. Karena, banyak pendirian tiang reklame ilegal ini merupakan kepentingan individu tertentu. " Kita saja malas kalau melihatnya, karena sebagian banyak yang di anak emaskan sebagian lagi tidak. Harusnya jangan pandang bulu, supaya kas daerah tidak bocor terus," tegasnya.

Padahal, beberapa waktu lalu Zulfan menjelaskan dari pengakuan Dispenda, tiang-tiang reklame sekarang ini banyak yang tidak sesuai dan tidak masuk dalam PAD. " Informasinya, ada oknum pemerintah yang bermain dalam pendirian reklame, semacam belah semangka, dibagi dua. Ini jelas berdampak buruk terhadap kondisi kas daerah kita," terangnya.

Zulfan lalu menyarankan agar komitmen dari pemerintah tentang Perwako reklame itu dijalankan dengan baik dan jangan ada yang setengah-setengah.

" Ini yang kita sayangkan. Saya yakin Kalau reklame ini dijalankan luar biasa PAD-nya. Apalagi PAD sekarang tinggal dua bulan lagi. Maunya apa yang dibuatkan diikuti oleh semua pihak tidak ada tebang pilih. Harus transparan. Hindari praktek kongkalingkong," ungkapnya. (eza)

Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini