BBM Naik, Rakyat Menjerit

Redaksi Redaksi
BBM Naik, Rakyat Menjerit
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Zulfan Hapiz
PEKANBARU, riaueditor.com - Naik turunnya Bahan Bakar Minyak (BBM) tampaknya terus terjadi. Kali ini, Sabtu (28/3) kemarin BBM naik lagi, di Kota Pekanbaru BBM jenis premiun naik dari Rp 6.800 menjadi  Rp 7.300. Sedangkan harga solar naik dari Rp 6.400 menjadi Rp 6.900.

Kenaikan kali ini, memicu kekesalan masyarakat akibat sebagian besar masyarakat tidak mengetahui ada kenaikan BBM. Jelas hal ini membuat masyarakat kecewa akibat belum stabilnya harga minyak terutama BBM saat ini.

Menyikapi kondisi yang terjadi, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Zulfan Hapiz mengaku kenaikan BBM kali ini terdapat kekurangan hingga mengagetkan masyarakat Pekanbaru saat ini.

"Mestinya sebelum kenaikan terjadi Pemerinta Pusat gencar melakukan sosialisasi sehingga kanaikan kembali BBM tidak mengecewakan masyarakat," pinta Zulfan ketika dikonfirmasi, Senin (30/3) via selularnya.

Menurut Zulfan, kenaikan BBM yang terjadi saat ini tentu menimbulkan berbagai dampak di tengah masyarakat, terutama stabilitas bahan pokok di pasaran akan berpengaruh dan kembali naik. Begitu juga akan berpengaruh dengan kenaikan ongkos transportasi.

"Jangan karena kurang sosialisasi menimbulkan gejolak yang tidak baik ditengah masyarakat. Sebaiknya sosialisasi perlu ditingkatkan terutama ada kenaikan seperti ini. Meski saat ini kenaikan BBM yang terjadi dimaklumi akibat kurs dolar yang menanjak tinggi hingga Pemerintah mengambil keputusan untuk kembali menaikkan harga BBM," ungkapnya.

Rakyat Menjerit

Kekagetan masyarakat mengetahui ada kenaikan BBM lagi diketahuinya saat melakukan pengisian BBM di SPBU. Ujang (39) mengaku kaget kembali ada kenaikan BBM saat ini.

"Jelas tidak hanya kenaikan BBM akan ada juga kenaikan bahan pokok. Jika begini terus rakyat Pekanbaru akan menjerit akibat lonjakan harga yang tidak sesuai dengan apa yang didapatkan," kata Ujang warga Panam.

Hal yang sama juga diungkapkan Ros (42) mengaku turunnya harga BBM kemarin belum mampu menstabilkan harga bahan pokok dipasaran, apalagi kembai naik harga BBM.

"Tidak tahu lagi mau ngomong apa, akan semakin susah menjalani hidup ini. Bisa-bisa makan sekali sehari saja," keluh Ros. (eza)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini