Hari Toleransi Internasional, Menag Yaqut: Keragaman adalah Kekayaan

Redaksi Redaksi
Hari Toleransi Internasional, Menag Yaqut: Keragaman adalah Kekayaan
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat memimpin sidang isbat awal Ramadan 1442 H. (Dok Kemenag)

JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan selamat Hari Toleransi Internasional yang diperingati setiap tanggal 16 November. Peringatan tersebut didasarkan pada hasil kesepakatan dari Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1995.

Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, inti peringatan itu yakni untuk memastikan bahwa semua orang memahami pentingnya memberi ruang satu sama lain.

"Setiap kita perlu terus menumbuhkan kesadaran bahwa keragaman agama, bahasa, budaya, dan etnis bukanlah dalih untuk konflik, tetapi kekayaan umat manusia. Keragaman adalah kekayaan," kata Yaqut di Jakarta, Selasa (16/11/2021).

Dia menjelaskan, keragaman adalah potensi untuk saling mengenal dan berkolaborasi dalam kebaikan dan mewujudkan kemaslahatan bersama. Sebab mereka yang bukan seiman adalah saudara dalam kemanusiaan.

Lanjut Yaqut, pihaknya tengah berupaya untuk melakukan penguatan moderasi beragama.

"Ada empat indikator dalam penguatan moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan ramah terhadap tradisi," ucap Menag.

Moderasi beragama

Yaqut mengatakan, moderasi beragama yaitu cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama. Yakni dengan cara melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan berlandaskan prinsip adil, berimbang dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

"Moderasi beragama bukanlah upaya memoderasikan agama, melainkan memoderasi pemahaman dan pengamalan kita dalam beragama," papar dia.

Karena hal itu, Yaqut berharap ASN di Kementrian Agama dapat menjadi pelopor dalam penguatan moderasi beragama.

"Mengajak para tokoh agama, akademisi, tokoh pemuda, dosen, guru, dan penyuluh agama, serta kalangan milenial untuk bersinergi dalam diseminasi dan gerakan meningkatkan toleransi antarumat melalui semua saluran. Perbedaan adalah fitrah," jelas dia.

(sumber: Liputan6.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini