Tujuh Negara `Kepincut` Liput Penutupan Lokalisasi Dolly

Redaksi Redaksi
Tujuh Negara `Kepincut` Liput Penutupan Lokalisasi Dolly
Foto: Reuters
Suasana di lokalisasi Dolly
SURABAYA - Hingar bingar upaya penutupan lokalisasi Dolly oleh Pemkot Surabaya mematik perhatian dunia internasional. Setidaknya ada tujuh negara yang secara resmi meliput penutupan lokalisasi Dolly yang berada di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya.

Saputra, anggota Front Pekerja Lokalisasi (FPL), mengaku, beberapa kali melayani wawancara dari sejumlah media asing tersebut. Setidaknya, ada tujuh negara yang telah diberikan izin untuk meliput segala bentuk berita di lokalisasi yang konon pernah terbesar se-Asia Tenggara itu.

"Ada tujuh media dari tujuh negara yang datang meliput yakni Belanda, Inggris, Jerman, Aljazirah, Australia, Perancis, dan Amerika. Saya lupa nama medianya satu persatu," kata pria yang juga Koordinator Komunitas Pemuda Independen (KOPI) di lokalisasi Dolly, Selasa (17/6/2014).

Ia berharap, dengan banyaknya media asing dan pemberitaan di media tanah air, semakin membuka mata dunia international bahwa ada pelanggaran HAM dalam proses penutupan lokalisasi ini.

Pria yang akrab dipanggil Pokemon ini, dalam proses penutupan Dolly hanya sepihak yang dilakukan oleh pemerintah. Sementara masyarakat yang terlibat langsung di lokalisasi tidak pernah dilibatkan untuk berbicara dan menemukan solusi.

Sejumlah media Asing ini akan mengambil momentum Deklarasi penutupan lokalisasi yang akan digelar di gedung Islamic Center, Jalan Dukuh Kupang, Surabaya.

Aksi tersebut diprediksi akan memanas, karena FPL mengancam akan membubarkan deklarasi yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Menteri Sosial RI Salim Segaf al Jufri, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Sementara itu, pantauan di lokalisasi Dolly, sejumlah warga yang menolak penutupan terlihat berjaga-jaga. Aktivitas Dolly berjalan seperti biasanya nyaris tidak ada perubahan.

Sejumlah PSK pun mulai duduk di sofa wisma untuk mencari para lelaki hidung belang. Sedangkan, kondisi di depan Gedung Islamic Center terlihat penjagaan dari aparat Polrestabes Surabaya.

Selain barikade kawat berduri, polisi juga menyiagakan 3 unit Water canon untuk menghalau massa yang akan masuk ke lokasi.


(kem/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini