Pameran Sejarah di Museum Aceh Resmi Dibuka

Redaksi Redaksi
Pameran Sejarah di Museum Aceh Resmi Dibuka
Foto: Salman Mardira/okezone
Pameran sejarah di Museum Aceh resmi dibuka
BANDA ACEH - Pameran sejarah nasional 100 tahun Museum Aceh resmi dibuka. Ratusan pengunjung memenuhi area tersebut.

Museum Aceh berada di komplek museum di Jalan SA Mahmudsyah, Banda Aceh memiliki beragam koleksi benda bersejarah dan budaya.

Pengunjung bukan hanya orang dewasa tapi juga banyak siswa sekolah. Mereka antusias menyaksikan berbagai koleksi yang disajikan dalam kegiatan berlangsung hingga 4 Agustus mendatang.

Koleksi benda bersejarah, aneka kekayaaan budaya, alam dan lainnya disajikan dalam gedung ruang pamer yang ada di sisi kiri kanan Rumoh Aceh.

Koleksi ini bukan hanya dari Museum Aceh tapi juga berasal dari museum ternama lainnya di Indonesia.

Di kolong Rumoh Aceh juga ikut dipamerkan beragam koleksi langka milik Pusat Dokumentasi Infirmasi Aceh (PDIA) berupa manuskrip, naskah kuno, foto-foto, buku dan dokumen bersejarah lain sejak masa Kesultanan Aceh hingga era kemerdekaan.

Sementara dipekarangan museum juga digelar pameran kuliner. Berbagai penganan Aceh ditampilkan di bawah tenda untuk pengunjung.

Pengunjung bukan hanya bisa menikmati pameran, tapi juga dihibur dengan aksi teatrikal tokoh sejarah dan pahlawan Aceh yang ditampilkan secara out door di halaman museum.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Pahlevi mengatakan, pameran dalam rangka seabad Museum Aceh ini diikuti enam museum ternama di Indonesia dan dua balai pelestarian.

Selain Museum Aceh, ada Museum Nasional, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Sumpah Pemuda, Museum Perumusan Naskah Proklamasi Jakarta, dan Museum Benteng Vrederburg Yogjakarta. Selanjutnya Balai Pelestarian Cagar Budaya dan Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh.

Menurutnya kegiatan ini untuk mengedukasi serta mengajak masyarakat agar mencintai museum. "Ini semuanya kepentingan ilmu pengetahuan," ujarnya disela pembukaan pameran 100 tahun Museum Aceh.

Selain pameran, dalam lima hari ke depan acara ini juga akan diisi dengan story telling sejarah Aceh, pemutatan film dokumenter, bazar, dan aneka lomba.

Pembukaan rangkaian kegiatan ini ditandai dengan penabuhan rapai secara bersama dipimpin oleh Asisten III Pemerintah Aceh, Muzakar A Gani pagi tadi.

Muzakar mengajak semua pihak untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya dan sejarah. "Itu bagian tak terpisahkan dari peradaban Aceh yang harus kita jaga dan lestarikan. Peran museum sebagai lembaga pengawal sejarah harus terus kita dukung sehingga identitas bangsa tetap terjaga," katanya.

Menurutnya Pemerintah Aceh akan berupaya meningkatkan lagi pelayanan museum dan memperbanyak koleksinya.


(jjs/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini