Kisruh Mendag-Buwas Terkait Impor Jagung, Ini Respons Darmin

Redaksi Redaksi
Kisruh Mendag-Buwas Terkait Impor Jagung, Ini Respons Darmin
Foto: CNBC Indonesia/Exist In Exist

JAKARTA - Silang pendapat antara Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Direktur Utama Bulog Budi Waseso perihal impor jagung menuai tanggapan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. 

Berbicara kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/1/2019), Darmin menjelaskan rapat koordinasi di kantor Kemenko Perekonomian memang membicarakan persoalan jagung untuk pakan ternak. 

"Bahwa ini harga masih tinggi. Apa yang terjadi? Impor sudah ada, kok belum turun seperti yang diharapkan. Ada turunnya, tapi kecil. Harga di peternak masih 7 ribuan rupiah padahal kita impor itu," ujar Darmin. 

Ia mengutip pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menyebut produksi jagung tahun ini diperkirakan 1,6 juta ton. Berbekal situasi yang ada, Kemenko Perekonomian menugaskan Kementerian BUMN selaku induk Bulog mengecek situasi di lapangan. 

"Saya baru akan laporkan nanti sore bagaiman situasinya di lapangan," kata Darmin yang juga mantan gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut.

Sebelumnya, Enggartiasto mengatakan Kementerian Perdagangan sudah merilis persetujuan impor (PI) tambahan jagung kering untuk pakan ternak sebanyak 30 ribu ton.

Hal itu merupakan keputusan bersama rapat koordinasi yang dipimpin Menko Perekonomian. Dalam rapat itu ditemukan fakta belum seluruh peternak ayam petelur UMKM di daerah Blitar dan sekitarnya menerima distribusi impor jagung sebelumnya 99 ribu ton. 

"Izin sudah saya keluarkan sesuai keputusan rakor, dan saat ini tinggal Bulog [Badan Urusan Logistik] yang melakukan prosesnya," kata Enggartiasto usai rakor di kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (23/1/2019).

Di tempat yang sama, Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, membenarkan sudah ada pesanan dari peternak dan sudah ada perintah dari Kemenko Perekonomian untuk impor jagung. 

"Tapi itu belum pasti dilaksanakan, tidak harus. Kalau bisa dipenuhi dari dalam negeri, kenapa kita harus impor," katanya.

(sumber: cnbcindonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini