Jokowi: Hukum Harus Keras bagi Penyalahgunaan Media Sosial

Redaksi Redaksi
Jokowi: Hukum Harus Keras bagi Penyalahgunaan Media Sosial
Presiden Jokowi

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas dengan topik antisipasi perkembangan media sosial. Dalam pembukaannya ia menjelaskan, ada sekira 129 juta pengguna aktif media sosial yang rata-rata menghabiskan 3,5 jam sehari mengonsumsi internet melalui telefon genggam. 

Selain meminta penggunaan medsos ke arah yang produktif, Jokowi juga menggarisbawahi banyaknya dampak negatif dari penggunaan media sosial, khususnya terkait penyebaran provokasi dan ujaran kebencian. Untuk penyalahgunaan medsos, Jokowi meminta penegakan hukum dipertegas.

"Muncul ujaran kebencian, pernyataan kasar, pernyataan fitnah, provokatif, dan bahasa yang dipakai bahasa yang misalnya bunuh,bantai,gantung. Sekali lagi ini bukan budaya kita, bukan kepribadian kita. Jangan sampai kita habis energi untuk hal seperti ini. Saya minta yang pertama penegakan hukum harus keras dan tegas untuk hal ini," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (29/12/2016). 

Jokowi meminta evaluasi terhadap media online yang sengaja memproduksi berita bohong, tanpa sumber yang jelas, dengan judul provokatif dan mengandung fitnah. Selain itu, mantan wali kota Solo ini juga meminta adanya gerakan literasi dan edukasi yang masif kepada masyarakat agar etika diterapkan dalam penggunaan media sosial. 

"Gerakan (literasi dan edukasi) ini penting mengajak netizen untuk ikut mengampanyekan bagaimana berkomunikasi melalui medsos yang baik, beretika, positif, produktif, yang berbasis nilai budaya kita," katanya. 

Namun, Jokowi tak menampik perkembangan informasi yang pesat dapat menjadi sarana kemajuan bangsa. "Untuk menambah pengetahuan, menambah wawasan, menyebarkan nilai positif, optimisme, kerja keras, integritas, kejujuran, toleransi, perdamaian, solidaritas, dan kebangsaan. Medsos harus dikembangkan ke hal produktif. Mendorong kreativitas dan inovasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kita," tutup Jokowi. 


(qlh/okezone)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini