Irjen Anton, Indonesia Sedang Diserang Habis-habisan Menggunakan Narkoba

Redaksi Redaksi
Irjen Anton, Indonesia Sedang Diserang Habis-habisan Menggunakan Narkoba
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan
PEKANBARU, Riaueditor.com - Makin maraknya peredaran narkotika berbahaya (Narkoba) di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau yang menjadi akses masuk sekaligus perlintasan barang haram tersebut dari negara luar, dinilai merupakan bentuk serangan. Tujuannya adalah agar memperbodoh sumber daya manusia (SDM), agar pihak asing dapat dengan mudah menguras segalah hasil bumi Indonesia.

Hal ini dikatakan oleh Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan, kepada sejumlah wartawan di Pekanbaru, Kamis (20/8) siang. "Sekarang ini perang bukan dengan cara terbuka lagi, tapi Asimetrik (perang non militer). Kita (Indonesia-red) sedang diserang habis-habisan dengan narkoba, agar SDM kita bodoh. Karena kalau bodoh, mereka (Asing) bisa dengan mudah mengambil hasil bumi dan sumber energi yang berguna beberapa puluh tahun kedepan," terang Anton Charliyan.

Dengan mereka memasukkan narkoba ke Indonesia melalui perbatasan, baik darat dan laut, menjadi strategi perang dan sama halnya dengan menyerang Indonesia.

"Kasus ini yang harus diperangi lembaga kepolisian. Ini merupakan bentuk perang jaman sekarang, dimana Indonesia menjadi salah satu sasarannya. Kita ini sudah darurat narkoba, dan wajib segera diambil langkah," tegasnya.

Untuk itu, beberapa provinsi maju dan yang berdekatan dengan perbatasan negara tetangga seperti Riau, menjadi perhatian khusus Polri. Maka Polri membentuk ditiap-tiap Polda dan Polres termasuk Provinsi Riau, ada ditempatkan Polisi Perairan (Polair) disepanjang pantai. Cuma yang menjadi kendalanya, peralatannya minim.

"Kemauan dan kerja keras Polri tak terbatas, tapi kemampuan kita yang sangat terbatas. Itu salah satu yang menjadi kendala Polri. Kuncinya adalah tekad dan semangat. Dulu kita bertempur dengan pemenang perang dunia kedua hanya bermodal bambu runcing, toh menang juga. Sekarang ada Polri, AL, masyarakat dan nelayan. Semua kita rangkul, asalkan semangat. Jangan mau kita diperbodoh dan diperalat menjadi kurir narkoba. Biarlah kita melarat yang penting terhormat," tegasnya.

Bahkan Irjen Anton Charliyan membeberkan, jika harga narkoba di negara lain, seperti di negara China, harganya hanya berkisar sekitar Rp 40 juta/kilogram-nya. "Sampai di Malaysia naik menjadi Rp 400 juta/kilo, setibanya di Indonesia makin mahal dan menjadi Rp 800 juta, lalu dijual di pasaran harganya makin tinggi berkisar Rp 1,2 miliar/ kilogram. Bisnisnya jadi menjanjikan, keuntungannya besa, makanya harus ada mental kita untuk menolak dan memberantasnya" tukas Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan.(X3)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini