Indonesia Kecolongan Atas Legalisasi Aborsi

Redaksi Redaksi
Indonesia Kecolongan Atas Legalisasi Aborsi
ilustrasi
INDONESIA dinilai kecolongan, karena isu legalitas aborsi berhasil masuk dalam agenda pembahasan pertemuan anak muda se-Dunia Global Youth Forum (GYF) di Nusa Dua Bali.

Dalam pertemuan yang berlangsung 4-6 Desember 2012, isu aborsi memang telah menjadi agenda terselubung delegasi dari beberapa negara. Pertemuan dihadiri ribuan peserta dari 126 negara.

Yang mengejutkan, terbit rekomendasi tentang legalitas aborsi yang kemudian menuai kontroversi.

"Ini sangat memalukan. Sebagai tuan rumah kita kecolongan, karena tema ini tetap bergulir dan menjadi salah satu poin penjelasan rekomendasi," kata Monica Utari Mariana, observer dari Health Development and International Affair Indonesia, usai penutupan GYF di Nusa Dua Bali.

Meski sudah melayangkan protes di sesi diskusi, namun delegasi Indonesia tidak mampu berbuat banyak dibanyak forum. Peserta diskusi tetap menegaskan bahwa "Aborstion for youth all".

"Indonesia sudah berusaha menolak itu semua. Jadi kita benar-benar kecolongan," tegasnya kepada wartawan.

Salah satu dalih mereka bahwa 40 persen wanita muda di Asia berhubungan seks pertama karena dipaksa. Data inilah yang kemudian menjadi pembenar dilegalkannya aborsi.

Terkait hal itu, Rinaldi Ridwan salah satu Co-Chair asal Indonesia mengatakan, dalam berbagai sesi diskusi, Indonesia menolak legalitas aborsi. "Yang kami sampaikan bagaimana aborsi aman dan sesuai dengan mekanisme medis," tuturnya.

Meksi begitu, ada pembatasan bahwa aborsi hanya bisa dilakukan jika anak tersebut adalah korban pemerkosaan, hasil incest, dan adanya kelainan pada janin.

"Itupun harus dibuktikan secara medis dan hukum jika itu pemerkosaan. Selebihnya, tidak ada upaya untuk melegalkan aborsi," tutupnya. (kem/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini