Erick Thohir Merasa Bersalah soal ‘Pengusiran’ Wakil Ketua KPK saat Nonton Asian Games

Redaksi Redaksi
Erick Thohir Merasa Bersalah soal ‘Pengusiran’ Wakil Ketua KPK saat Nonton Asian Games
twitter

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mencurahkan isi hatinya soal "pengusiran" yang dialaminya saat menjadi penonton salah satu cabang olahraga Asian Games. Laode pun mengungkapkan kejadian tersebut melalui akun twitternya.

Melalui twitternya, Laode menceritakan saat berada di kursi penonton sesuai dengan tiket yang dibelinya secara resmi, tiba-tiba, dirinya diminta bergeser ke tempat lain, dengan alasan kursi yang didudukinya hendak dipakai untuk pihak VIP.

Dengan adanya hal tersebut, Ketua Inasgoc Erick Thohir mengaku merasa bersalah atas adanya insiden tersebut. Menurutnya, setiap penonton yang mempunyai tiket sesuai tidak boleh digeser atau dipindah dengan alasan apapun, termasuk mengakomodir tamu VIP.

Sebab, kata Erick, kursi VIP sudah ada kapasitasnya. Untuk itu, ke depan dia meminta, pengertian kepada tamu VIP untuk mengerti apabila kapasitas VIP sudah penuh untuk tidak masuk dan mengorbankan penonton yang sudah mempunyai tiket.

"Kalau itu membludak memang kita harapkan undangan tidak semua masuk. Itu realitas hidup first come first service. Nah ini kita terus jaga di bawah dan anak anak voulenteer sudah berusaha keras menjaga. Tetapi mohon maaf beberapa VIP merasa loh saya perlu masuk. Nah ini kami coba kasih pengertian tapi yang namanya penonton tidak boleh digeser," ujar Erick di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/8/2018).

Di sisi lain Erick menekankan, dalam kenyataannya, masyarakat ternyata sangat antusias dalam menyaksikan perhelatan pesta olahraga terbesar se-Asia itu.

"Jadi memang animo masyarakat yang luar biasa. Festival juga kemarin minggu hampir 60 ribu. Jadi siapapun yang punya tiket tidak boleh digeser," ucap Erick.

Selain itu, kata dia, venue di Istora Senayan yang hanya berkapasitas sekitar 7.800 penonton. Dari jumlah itu, beberapa diantaranya sudah ditempati untuk kepentingan penyelenggara acara.

"Dari 7.800 itu ada 3.000 sudah dipakai buat meja media, broadcast, sponsor, undangan dan lainnya. Berarti tinggal 4 ribuan. Kalau ditanya animonya luar biasa memang luar biasa," tutur Erick.

Bahkan, untuk cabor atletik saat pelari muda Indonesia Lalu Muhammad Zohri bertanding ada sekitar 20 ribu penonton. Hal ini di luar prediksi di mana pertandingan atletik biasanya sepi akan penonton.

(okezone.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini