BNPT Akui Kesulitan Bina Napi Teroris Rutan Mako Brimob

Redaksi Redaksi
BNPT Akui Kesulitan Bina Napi Teroris Rutan Mako Brimob
(Foto: Dokumentasi Okezone)
Ilustrasi

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT)‎ mengakui kesulitan membina para narapidana yang berada di Rumah Tahanan (Rutan) cabang Salemba, Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, dalam program deradikalisasi. Sebab, para narapidana teroris (Napiter) itu masih berpemikiran keras atau ekstrimis.

"Karena para napi itu masih keras. (maka dari itu) Belum (dilakukan deradikalisasi) " singkat Direktur Deradikalisasi BNPT, Irfan Idris saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (12/5/2018).

Sejauh ini, sambung Irfan, sudah ada sekira 300 narapidana teroris ataupun mantan teroris yang dilakukan program deradikalisasi. Adapun, program deradikalisasi meliputi pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan.

"Tahapan deradikalisasi tetap dilaksanakan. Kalau dalam lapas, tahapan deradikalisasi, (meliputi) identifikasi, rehabilitasi, redukasi, reintegrasi," terangnya.

Diketahui sebelumnya, kelompok narapidana teroris (napiter) di Blok C Rutan Cabang Salemba yang berada di area Mako Brimob ricuh hingga mengakibatkan tewasnya lima anggota Polri dan satu ‎napiter.

Polri menyebut kericuhan tersebut ditenggarai permasalahan titipan makanan dari keluarga seorang napiter. Akibat kericuhan tersebut, napiter sempat menyandera seorang anggota Polri sebelum pada akhirnya dibebaskan selama sekira 36 jam.

(okezone.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini