Menolong Hantu Korban Kecelakaan

Redaksi Redaksi
Menolong Hantu Korban Kecelakaan
KISAH misteri tentang keberadaan hantu memang sudah sering kita dengar, mulai dari penampakan, gangguan-gangguan bahkan sampai kerasukan atau kesurupan, sepertinya sudah menjadi mitos dari sebagian masyarakat kita bahwa orang yang meninggal karena kecelakaan maka arwahnya akan penasaran dan masih sering menampakan diri.

Kisah kali ini adalah kisah nyata dari seorang kawan yang tinggal di Kebumen, sebuah daerah di jawa tengah. Seperti apa ceritanya, yuk langsung kita simak saja:
Sore itu, kakak saya memberi kabar melalui handphone bahwa dia akan mudik ke kampung halaman. Kakak saya waktu itu bekerja di kota kembang Bandung. Dia berencana pulang kampung dengan menggunakan kereta api dan kakak saya meminta saya untuk menjemputnya di stasiun KA Kebumen pada jam yang telah kami perkirakan. karena kakak saya naik kereta malam otomatis kereta api kami perkirakan akan sampai di stasiun Kebumen pada dini hari sebelum subuh atau sekitar jam 03.30 wib.

Singkat cerita, malam itu terasa cepat berlalu, karena tau-tau alarm yang ada di kamar saya berbunyi. Sebelum tidur alarm saya atur di jam 03.00 wib dan benar saja alarm berbunyi tepat pukul 03.00 wib. Saya pun bangun dan bersiap siap berangkat ke stasiun KA untuk menjemput kakak saya lalu berangkat tepat pukul 03.15 menit. Jarak antara rumah dengan stasiun tidaklah begitu jauh kira kira 10 menit saja.

Diperjalan sepanjang kampung saya suasana dini hari begitu sepi, apalagi dini hari itu udara begitu dingin berasa menusuk hingga ke tulang sum-sum. Saya berguman dalam hati, "hmmm pantas saja sepi banget ga ada orang, tentunya di jam sepagi dan cuaca sedingin ini orang orang pasti lebih memilih menarik selimutnya dari pada keluar rumah, jadinya pantas saja jikalau saya tak menemui seorang di sepanjang jalan kampung saya.

Setelah masuk jalan besar suasana juga tidak berbeda dengan suasana di kampung saya, masih sepi. Sampai pada akhirnya saya sampai di pertigaan alun-alun, dan dari jarak sekitar 100 meter sebelum sampai pertigaan alun alun saya seperti melihat seseorang yang sedang duduk di tengah pertigaan itu.

Setelah semakin dekat memang benar penglihatan saya ga salah, memang ada sosok laki laki yang duduk yang mengenakan kemeja serta celana berwarna putih dengan bersimbah darah seperti habis kecelakan di pertigaan itu. Kemudian sosok laki laki itu melambaikan tangan ke arah saya seperti meminta pertolongan. Namun, karena perasaan takut, (coba deh pembaca bayangin di jam segitu dan suasana sangat sepi melihat sosok laki laki dengan kondisi bersimbah darah, kayanya juga bakal merasakan perasaan takut seperti yang saya rasakan kala itu) saya lewati begitu saja sosok laki laki yang terduduk dengan bersimbah darah itu.

Akan tetapi anehnya saya berubah pikiran begitu saja, saya pikir tidak ada salahnya juga kalau saya menolong laki laki itu mungkin dengan memberikan tumpangan ke rumah sakit akan sedikit membantu/menyelamatkan laki laki itu. Lagipula jalan menuju rumah sakit dengan jalan menuju satsiun ka itu satu arah dan letaknya pun saling berdekatan. Atas dasar pemikiran itu, saya pun berbalik arah dan menghampiri sosok laki laki tadi dan laki laki tadi masih saja terduduk di tempat yang sama.

Tepat di samping kiri laki laki itu saya menghentikan motor saya. Laki-laki itu, kulitnya putih pucat dengan bersimbah darah dan menurut perkiraan saya berusia sekitar 30 tahunan. Setelah sosok laki-laki itu naik mbonceng di motor saya, segera saja saya menstater motor saya melanjutkan perjalanan pelan pelan. Kalo ga salah kecepatan motor saya 30km/jam.

Setelah beberapa saat, saya sempat kaget karena tiba tiba saja, pundak saya terasa ditempelin sesuatu yang begitu dingin, seperti di es dan ternyata setelah mengecek melihat melalui spion motor saya(sebelah kanan) yang menempel di pundak saya yang waktu itu tertutup oleh jaket berwarna krem adalah tangan laki laki itu. Lalu saya membuka obrolan dengan melihat ke arah spion di setiap pertanyaan yang saya lontarkan..

saya: "mas, njenengan (anda) mau kemana?" laki-laki: "ke rumah sakit"

saya: "njenengan(anda) kenapa mas, kok bersimbah darah begini"(saya masih melihat ke arah spion) laki laki: "jangan liatin saya terus mas......"(sambil senyum).
setelah itu, tak ada obrolan lagi di antara saya dan laki-laki itu dan waktu hampir sampai di rumah sakit, saya membuka obrolan kembali..

saya: "mas, sudah hampir sampai rumah sakit...." Namun tak ada jawaban dari laki laki itu dan sayapun melihat ke arah spion kanan motor saya lagi, lha kok laki laki itu sudah ga ada..?

karena masih setengah ga percaya dengan apa yang saya lihat di spion kanan motor saya. Saya menoleh kebelakang,,,,,,ternyata apa yang saya lihat dispion kanan motor saya sama persis dengan apa yang saya lihat waktu menolehkan kepala agak ke belakang, laki laki yang berkemeja dan bercelana putih yang tadi saya bonceng dimotor saya sudah tidak ada menghilang entah kemana.........

Saya sempet berhenti di tempat untuk mengecek, melihat ke arah belakang, namun sejauh mata saya memandang memang tidak saya temukan sosok laki laki yang berbaju dan berkemeja putih yang saya bonceng tadi.

Anehnya lagi setelah saya cek jaket saya dibagian pundak di mana tadi kedua tangan laki laki itu menempel yang terasa sangat dingin seperti es, tidak ada sedikitpun bercak bercak bekas darah yang menempel, padahal tadi jelas jelas tangan laki laki itu bersimbah darah.

Menghilangnya sosok laki laki yang saya bonceng tadi secara misterius menyisakan perasaan bingung dan heran di dalam kepala dan hati saya dan bahkan waktu sampai di stasiun saya pun masih kepikiran sosok laki laki yang tadi, sebenernya manusia atau bukan ya..?.

Sampai pada akhirnya kereta yang ditumpangi kakak saya masuk/sampai di stasiun kota saya,dan kakak saya melihat saya sedang terduduk seperti orang bingung(memang waktu itu saya sangat bingung sekaligus heran) kemudian kakak saya menghampiri saya dan bertanya..

kakak: "kok kamu kaya orang lagi bingung gitu, memangnya kenapa, ada apa?" "ga kenapa napa kok, saya cuma masih ngantuk aja, jawab saya".

Kami berdua lalu pulang,dan setelah sampai dirumah saya baru menceritakan kejadian yang saya alami tadi. Setelah selesai bercerita, kakak saya cuma tersenyum lalu berkata.. "sudah ga apa apa, yang pEnting niat kamu baik mau menolong dan ga usah dipikirkan lagi, tidur lagi saja sana..! tadi katanya kamu masih ngantuk".

Lalu saya berjalan menuju arah kamar saya tanpa menjawab sepatah kata pun kata-kata kakak saya barusan. Usut punya usut ternyata seminggu yang lalu pertigaan yang saya lewati tadi terjadi kecelakaan tunggal yang menewaskan pengendara motor, motor yang dikendarai orang tersebut menabrak pembatas jalan karena ngantuk, dan pengendara meninggal seketika di tempat.

Source: http://www.infometafisik.com

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini