Pembangunan Beberapa Jalan Provinsi di Riau Terhambat Izin Pelepasan Kawasan

Redaksi Redaksi
Pembangunan Beberapa Jalan Provinsi di Riau Terhambat Izin Pelepasan Kawasan
Pembangunan jalan Mahato sampai ke Simpang Manggala.(Foto: Ist)

PEKANBARU - Jalan provinsi di Riau yang hampir 3.000 kilometer, ternyata masih ada yang masuk di dalam kawasan hutan. Karenanya tidak bisa dikerjakan karena belum mendapat izin pelepasan kawasan hutan.

Gubernur Riau Syamsuar baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Rokan Hulu dan Rokan Hilir. Dari Kunker di perbatasan Rohul dan Rohil, masih ada 5 kilometer lagi masuk kawasan hutan, kendati tak ada hutan di eilayah itu.

"Dari jalan Mahato sampai ke Simpang Manggala di perbatasan Rohul dan Rohil masih ada 5 kilo lebih yang masuk kawasan hutan, padahal tak ada hutannya," kata Syamsuar di Pekanbaru, Senin kemarin.

"Kalau masuk kawasan hutan tak bisa dikerjakan PU karena belum mendapatkan izin pelepasan kawasan hutan," tambahnya.

Sebelumnya Syamsuar pernah mengatakan bahwa Pemprov Riau sendiri melalui Dinas Lingkungan dan Kehutanan masih mengupayakan izin pembangunannya melalui kementerian terkait.

"Sedang diurus. Kalau sudah selesai baru kita bangun," papar Syamsuar.

Syamsuar menjelaskan, selain jalan provinsi yang menjadi penghubung antara Rohul dan Rohil, juga ada jalan Bono yang di Pelalawan dan jalan dari Kota Dumai ke Sinaboi (Rohil) juga masih masuk dalam kawasan hutan.

Terkait pembebasan jalan provinsi yang berada dikawasan hutan, ia mengakui bahwa dirinya bersama Bupati Rokan Hilir dan Walikota Dumai periode sebelumnya telah menghadap Menteri agar mendapatkan izin pelepasan kawasan hutan.

"Dulu saya bersama bupati Rohil dan Walikota Dumai yang lama telah menghadap langsung Menteri namun sampai sekarang tak keluar izinnya," pungkasnya.(mr)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini