Induk dan Anak Harimau Sumatera Muncul di Batang Cenaku Inhu

Redaksi Redaksi
Induk dan Anak Harimau Sumatera Muncul di Batang Cenaku Inhu
Penampakan Harimau Sumatera yang tertangkap kamera warga di perkebunan sawit Kabupaten Indragiri Hiulu.(Foto: Ist)

PEKANBARU - Harimau Sumatera betina dikabarkan muncul diperkebunan sawit warga di Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Menurut keterangan warga harimau yang muncul berjenis kelamin betina, karena terlihat bersama seekor anaknya.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Genman Suhefti Hasibuan mengakui, Inhu merupakan habitat Harimau Sumatera.

Kemunculan harimau tersebut di perkebunan warga diduga karena habitatnya ikut terdampak banjir. "Harimau ini muncul disebabkan oleh cuaca hujan dan banjir," sebutnya.

Agar tidak terjadi konflik antara manusia dan satwa, masyarakat setempat diimbau untuk tidak sendirian bepergian ke kebun ataupun ke hutan yang sepi.

"Saat bertemu atau melihat harimau segera menghindar dan jangan sempat diganggu," pesan Genman.

Upaya mitigasi yang dilakukan petugas BKSDA Riau, hasilnya status terakhir penampakan HS di Batang Ceunaku belum ada orang yang melihatnya lagi sejak penampakan pertama kali.

Namun tim BBKSDA Riau telah melakukan upaya berkoordinasi dengan KPBD Kabupaten Inhu, Camat Batang Cenaku, Kapolsek dan Kanit Intel serta Komandan Pos Koramil Kecamatan Batang Cenaku.

"Koordinasi dilakukan setelah adanya laporan berjumpa satwa liar harimau sumatera oleh warga desa Puntianai pada tanggal 31 Desember 2023," jelas Genman.

Saat berkoordinasi dengan aparatur Desa Puntianai, turut hadir Sando, warga yang merekam penampakan harimau serta dua temannya yang melihat langsung harimau tersebut.

Sando dan 2 temannya mengaku sempat bertemu harimau dan mengambil gambar video serta diunggah di media sosial.

"Saksi mengaku melihat harimau tersebut saat memanen buah sawit di kebunnya menggunakan truk sekitar pukul 16.00 WIB pada 31 Desember 2023. Selain harimau dewasa juga terlihat seekor anakannya," kata Genman.

Tim gabungan juga melakukan sosialisasi dan imbauan serta mengingatkan kepada masyarakat agar tidak melakukan perburuan, memasang jerat, menangkap, melukai dan membunuh satwa liar yang dilindungi termasuk satwa Harimau Sumatera.

"Agar tetap waspada dan berhati-hati ketika beraktivitas di kebun, terutama pada pagi dan sore hari. Mengajak semua pihak dan masyarakat untuk berbagi ruang dan waktu terhadap satwa liar," kata Genman.

Agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, tim juga mengimbau foto maupun video perjumpaan dengan harimau tidak diposting di media sosial.

"Jangan memposting foto maupun video perjumpaan dengan satwa liar dilindungi agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan hal-hal lain yang dapat mengancam keberadaan satwa liar. Baiknya melaporkan kepada pihak yg terkait apabila menjumpai satwa liar yang dilindungi," ungkap Genman lagi.

Saat ini tim BKSDA Riau melakukan pemantauan serta monitoring di lapangan bersama pihak terkait.(mr)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini