Warga Selatpanjang Keluhkan Pasang Keeling

Redaksi Redaksi
Warga Selatpanjang Keluhkan Pasang Keeling
rud/RE
Akibat pasang keeling, Banjir Rob menggenangi pasar sandang pangan jalan merdeka, Selatpanjang.(rud)

SELATPANJANG, riaueditor – Curah hujan yang cukup deras beberapa hari ini mengguyur kota Selatpanjang, membuat beberapa kawasan tergenang air hingga memasuki rumah warga. Kondisi tersebut diperparah lagi banjir luapan air laut pada bulan Desember ini atau yang lebih dikenal warga dengan sebutan pasang keling.

Kawasan yang menjadi langanan banjir diantaranya jalan Imam Bonjol, jalan Merdeka ujung (pasar), jalan kartini dan jalan Siak.

Rodiah, Salah seorang warga Gang Cili Jalan Nusa Indah, Kampung Baru kepada riaueditor.com mengeluhkan rumahnya mulai dimasuki air pasang keeling.

“Musim hujan begini ditambah pasang keeling dipastikan rumah kami bakal terendam. Kalau limpahan hujan tidak seberapa, justru pasang keeling ini yang sangat kami kuatirkan, karena airnya asin mudah merusak perabotan rumah tangga,” sebut Rodiah.

Dikatakan Rodiah, penyebab utama banjir bisa menggenangi perumahan warga dikarenakan dipemukiman tersebut tidak memiliki drainase, yang ada hanya parit galian tanah yang tidak terlalu dalam.

“Lingkungan kami disini belum memiliki parit beton. Hanya ada parit tanah yang tidak begitu dalam. Selagi tidak dibangun parit yang lebar dari beton, selamanya rumah kami akan terendam banjir,” ucap Rodiah.

Endun, salah seorang warga lainnya menuturkan hal yang sama. Ia berharap pemerintah bisa membangun system drainase yang layak untuk lingkungannya.

“Repotnya kalau pasang keling di bulan Desember ini. Air laut pasti akan masuk ke sumur kami, hingga kami tidak bisa menggunakannya, padahal itu sumber air kami untuk mandi dan cuci. Terus terang, daerah ini jarang sekali mendapat perhatian pemerintah, padahal kita cuma minta pemerintah membuatkan parit beton, itu sudah lebih dari cukup,” ungkapnya.

Sementara, warga jalan Siak, Erni berharap pemerintah untuk segera mengatasi permasalahan banjir. “banjir yang menggenangi rumah warga bukan baru-baru ini saja, sebelum kabupaten Kepulauan Meranti terbentuk banjir sudah ada. Kita berharap pemkab meranti segera membenahi drainese dengan membangun konstruksi permanen dengan pintu pengaturan pembuangan air ke laut,” bebernya.

Banjir rob atau pasang keeling yang terjadi sejak Kamis pagi (5/12) membuat Pedagang yang berjualan di pasar sandang pangan menutupi dagangannya. “Kalau dah banjir begini, kamipun merugi,” ujar mereka. (fidea/rud)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini