Tumpukan Sampah Dimana-mana, Setelah Berkuah Pekanbaru Disebut Kota Bersampah

Redaksi Redaksi
Tumpukan Sampah Dimana-mana, Setelah Berkuah Pekanbaru Disebut Kota Bersampah
foto: ist
PEKANBARU, riaueditor.com - Dalam beberapa hari belakangan, mulai tampak tumpukan sampah tidak terangkut. Artinya permasalahan sampah tidak pernah habis-habisnya menghantui kota Pekanbaru, meski, dikelola oleh pihak ketiga.

Meski Pemko Pekanbaru sudah menyerahkan pengelolaan sampah ke PT Multi Inti Guna (MIG). Namun tumpukan sampah masih dimana-mana menghiasi sudut jalan Kota Bertuah. Wajar saja dsaat ini Kota Bertuah menjadi Kota Sampah.

Pantauan di lapangan, di berbagai sudut kota tumpukannya sampah merusak keindahan kota seperti di Simpang Jalan Rambutan Arifin Ahmad selalu menggunung, bahkan untuk plang himbauan jam pembuangan yang dipasang DKP Kota Pekanbaru ikut rubuh atau sengaja dirubuhkan oleh tangan jahil.

Seperti halnya di Jalan Sudirman, Jalan Paus, Jalan Mekar Sari dan Jalan Tuanku Tambusai serta jalan-jalan lainnya. Keindahan Kota sirna begitu melihat kotoran sampah dan kumuh. Sampah dimana-mana di Pekanbaru. Ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah kota.

Salah seorang warga Pekanbaru, Andrian saat berbincang-bincang dengan awak media ini mengatakan, "Silihat kondisi sekarang ini, Pekanbaru memang sudah tidak layak berjuluk Kota Bertuah, tapi Kota Bersampah. karena pengelolaan sampah tidak dikelola secara maksimal.

"Kalau seperti ini pembiaran akan sampah di Kota Pekanbaru. Maka bukan lagi Kota Bertuah persisnya Kota Bersampah. Selain itu juga masih ada julukan lain, yaitu bukan Kota Bertuah tetapi ketika musim hujan itu jadi Kota Berkuah. Tapi saat ini layak berubah jadi Kota Sampah," ungkap Andrian, Kamis (2/6).

Senada dengan Andrian, warga Pekanbaru lainnya, Desy, warga Jalan Arifin Achmad mengaku
tumpukan sampah yang berada persimpangan Jalan Arifin dengan Jalan Rambutan telah menumpuk dan terkesan dibiarkan pihak DKP melalu petugas sampah atau pun pihak ketiga yang ditunjuk. Maka, ini sangatlah disesalkan.

Padahal sebut Desy, setiap bulan itukan warga dikenai biaya bayar restribusi sampah. Tetapi, kenapa masalah sampah di Pekanbaru ini tidak kunjung tuntas. "Sampah ini diangkut malam hari. Semalam ini hingga sekarang, sampah belum juga diangkut. Sehingga, sampah itu menumpuk," katanya. (ria)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini