Terkait Aksi Damai Doa dan Dzikir Bersama, Sat Lantas Polresta Pekanbaru Akan Berlakukan Pengalihan Arus Lalu Lintas

Redaksi Redaksi
Terkait Aksi Damai Doa dan Dzikir Bersama, Sat Lantas Polresta Pekanbaru Akan Berlakukan Pengalihan Arus Lalu Lintas
riaueditor.com
Denah pengalihan arus.
PEKANBARU, riaueditor.com - Terkait rencana aksi damai yang akan dilaksanakan usai Sholat Jumat (2/12/2016) besok siang, Satuan Lalu Lintas Polresta Pekanbaru akan memberlakukan penutupan dan pengalihan arus lalu lintas di beberapa titik lokasi kegiatan.

Dalam rencana aksi Doa dan Dzikir bersama ini, rencananya massa akan melakukan longmarch dimulai dari titik kumpul Mesjid Agung An Nur Pekanbaru Jalan Hangtuah.

Aksi berjalan kaki ini selanjutnya akan melewati jalan Diponegoro dan berkumpul di Jalan Gajah Mada.

"Mengantisapasi kemacetan saat aksi damai Doa dan Dzikir bersama besok, kita akan lakukan beberapa penutupan dan pengalihan arus lalu lintas. Selain itu, kepada masyarakat dan pengguna jalan dihimbau untuk menghindari lokasi pengalihan agar tidak terjebak kemacetan," kata Kasat Lantas Polresta Pekanbaru Kompol Budi Setiawan Sik Mik, Kamis (1/12/2016) siang.

Pengalihan tersebut antara lain arus lalu lintas di Jalan Hang Tuah (Tugu Bambu Runcing) dari arah timur menuju barat dialihkan ke selatan belok kiri melalui Jalan Diponegoro lurus terus menuju Tugu Keris tidak bisa memasuki jalan Gajah Mada.

Penutupan juga dilakukan di Tugu Zapin, kendaraan yang melintas di Jalan Jendral Sudirman dari arah utara tidak bisa berbelok ke kiri melalui Jalan Gajah Mada sedangkan untuk arus kendaraan di Jalan Diponegoro dari arah selatan (Tugu Keris) menuju utara (bambu runcing) akan dialihkan ke Jalan Sambu (samping Hotel Arya Duta) tidak bisa melalui Jalan Gajah Mada.

Untuk arus balik rombongan massa aksi damai ini rencananya juga akan melaui route yang sama, penutupan dan pengalihan arus lalu lintas ini sendiri rencana akan diberlakukan saat jelang pelaksanaan aksi damai tersebut yakni usai sholat Jumat.

Sebelumnya aksi serupa juga sudah pernah dilakukan di Kota Pekanbaru tanggal 4 November lalu, aksi ini sendiri terjadi setelah adanya dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur Non Aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (gam)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini