Tangani Abrasi Pulau Bengkalis, Menkeu akan Koordinasi dengan Kementerian Terkait

Redaksi Redaksi
Tangani Abrasi Pulau Bengkalis, Menkeu akan Koordinasi dengan Kementerian Terkait
asn
Tangani Abrasi Pulau Bengkalis, Menkeu akan Koordinasi dengan Kementerian Terkait.
BENGKALIS, riaueditor.com - Setelah melihat dari dekat abrasi yang terjadi di pulau Bengkalis, Menteri Keuangan RI Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro berjanji untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Pulau Bengkalis berada di batas terluar yang berbatas langsung dengan negeri jiran Malaysia. Dengan mundurnya garis pantai karena abrasi maka berpengaruh pada garis terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu butuh penanganan serius terhadap abrasi pantai." Demikian dikatakan Menteri Keuangan RI, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro saat mengunjungi kawasan abrasi di areal PT Meskom Agrosarimas, Selasa (16/6/2015).

Menkeu dalam kunjungan di kawasan abrasi terparah di Pulau Bengkalis, didampingi Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Jon Erizal, Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Bupati Bengkalis Herliyan Saleh, Wakil Bupati Bengkalis Suayatno, Sekda Burhanudin, anggota DPRD Bengkalis Zamzami, dan Pimpinan PT Meskom Agro Sarimas, Pendi.

Sebelumnya, Menkeu RI Bambang Brodjonegoro mendengarkan pemaparan dari pihak PT Meskom Agro Sarimas, bahwa garis pantai di sisi Utara dan Timur pulau Bengkalis sepanjang 83 Km, yang mengalami abrasi sepanjang 55 Km, sedangkan abrasi terparah berada di kawasan Tanjung Jati hingga Muntai sekitar 22,5 Km. Rata-rata setiap tahun luas abrasi mencapai 59,02 hektar dan laju abrasi mencapai 32,5 meter per tahun.

Selama 26 tahun (1988-2014) diperkirakan daratan Pulau Bengkalis yang hilang akibat abrasi mencapai 1.504,93 hektar. Data ini dikutip dari hasil analisa studi laju abrasi pantai Pulau Bengkalis menggunakan data satelit, studi penelitian Sigit Sutikno Fakultas Teknik Universitas Riau.

Pada kesempatan itu Bupati Bengkalis Herliyan Saleh juga berbagi cerita, bahwa dua tahun lalu saat berkunjung di tempat yang sama sekitar seratus meter menjorok ke laut, merupakan daratan tempat dirinya berdiri. Kini daratan itu, hilang karena tergerus oleh abrasi pantai.

Sejauh ini kata Herliyan, Pemkab Bengkalis telah melakukan upaya-upaya penanggulangan abrasi pantai. Seperti melakukan proyek penahan gelombang di sejumlah titik terparah abrasi. Namun karena upaya penanggulangan abrasi membutuhkan dana cukup besar, maka pihaknya berharap kepada pemerintah provinsi maupun pusat membantu menanggulangi abrasi di Pulau Bengkalis.

Setelah mendengarkan pemaparan, Menteri Keuangan RI mengatakan, perlu ada langkah dan upaya ekstra dalam penanganan abrasi pantai. Terlebih Pulau Bengkalis, selain merupakan daerah terluar RI, juga memiliki potensi besar terutama di sektor perkebunan, seperti kelapa sawit. Kondisi abrasi yang parah tentu menyebabkan hilangnya potensi besar sektor ekonomi.

Dikatakan Menkeu, selain akan mengupayakan pembangunan abrasi laut, seperti pembuatan tembok atau pemecah gelombang, pihaknya juga berharap adanya upaya pelestarian lingkungan. Salah satunya melakukan penanaman pohon bakau atau mangrove sebagai benteng abrasi.

Disinggung tentang pembiayaan untuk penanganan abrasi, Menteri Keuangan menegaskan butuh sinergi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Sebab menurutnya, penanganan abrasi bukan hanya dilihat dari prespektif kepentingan daerah, namun juga dilihat dari kepentingan pusat. "Tentu kita tidak bisa potensi ekonomi hilang karena abrasi, kemudian garis pantai kita semakin mundur," ujar Bambang.(asn)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini