Serma Sudigdo, Oknum TNI AD Perambah Cagar Biosfer Diciduk di Medan

Redaksi Redaksi
Serma Sudigdo, Oknum TNI AD Perambah Cagar Biosfer Diciduk di Medan
vila/riaueditor.com
Komanda Satuan Tugas Tanggap Darurat Penanggulangan Kebakaran Hutan di Provinsi Riau, Brigjen Agus Irianto di Posko, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
PEKANBARU, Riaueditor.com- Oknum anggota TNI AD bernama Sersan Mayor (Serma) Sudigdo alias Digdo yang diduga sebagai cukong perambah kawasan hutan Cagar Biosfer Giam, di Siak Kecil, Provinsi Riau, akhirnya diringkus POM TNI AD di Medan, Sumatera Utara. Kini, oknum tersebut, dalam perjalanan menuju ke Pekanbaru untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

"Tadi malam tersangka kita tangkap di daerah Medan, oleh tim POM AD dan sekarang sedang proses untuk dibawa ke Pekanbaru guna pemeriksaan lebih lanjut," kata Komanda Satuan Tugas Tanggap Darurat Penanggulangan Kebakaran Hutan di Provinsi Riau, Brigjen Agus Irianto, pada wartawan, Selasa (11/3) di Posko, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Dijelaskan Brigjen Agus Irianto, Serma Digdo masih bertugas aktif Dinas Administrasi Veteran dan Cacat, (Minvecat), Kotamdya Dumai. "Dia, Digdo-Red, setahun yang lalu juga pernah ditangkap dalam kasus yang sama. Saat ini dia sedang menunggu persidangan militer, dia malah kembali berbuat kesalahan melakukan perambahan hutan," tegas Brigjen Agus.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dua orang pekerja pembalak liar berinisial, P (25) dan J4 (38) berhasil ditangkap Tim Satgas Tanggap Darurat dikawasan cagar biosfer. Kedua orang warga Desa Bukit Kerikil, Kabupaten Siak tersebut ditangkap saat sedang bekerja menarik kayu hasil penjarahan liar.

Dari pengakuannya, mereka mengaku, bekerja atas perintah Serma Digdo dengan bayaran Rp 50 Ribu perhari di untuk merambah kayu di kawasan Cagar Biosfer, Giak Siam Kecil yang saat sedang dalam kerusakan parah akibat dirambah besar-besaran.


"Selain Serma Mardigdo, masih ada 5 cukong lainnya yakni, Giran, Udin, Ucup, Buyung dan Ucok yang saat ini dalam pengejaran kita," kata Brigjen Agus.

Dari sejumlah informasi yang dirangkum, kabarnya Serma Digdo itu dibiayai cukong besar lainnya yang berasal dari Tanjung Balai, Asahan, Sumatera Utara. Cukong ini orang yang berperan dalam pembiayaan segala biaya perambahan hutan yang diawasi Serma Mardigdo.(dm)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini