Riau Darurat Kabut Asap, Tim Karhutla Akui Kesulitan Kerahkan Water Boombing

Redaksi Redaksi
Riau Darurat Kabut Asap, Tim Karhutla Akui Kesulitan Kerahkan Water Boombing
doc.riaueditor.com
Riau Darurat Kabut Asap, Tim Karhutla Akui Kesulitan Kerahkan Water Boombing
PEKANBARU, riaueditor.com - Komandan Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan  (Karhutla) Provinsi Riau Brigjen TNI Nurendi mengaku kesulitan dalam memgerahkan waterbombing sebagai salah satu pemanganan kabut asap di riau. Ini disebabkan oleh jarak pandang yang tidak memungkinkan tim untuk terbang.

"Untuk meninjau area lokasi kebakaran itu sangat sulit karena berada di lokasi tengah hutan. Jarak jangkau heli sangat jauh dan menjadi kendala lain adalah tempat pengisian bahan bakar heli. Kita akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina agar bisa menyediakan bahan bakar di Japura. Kalau kita mengisi bahan bakar heli di Pekanbaru maka akan menghabiskan waktu dan lebih boros bahan bakar. Untuk itu kita harus berkoordinasi dengan Pertamina," ujar  Brigjen TNI Nurendi kepada wartawan, Rabu (2/9) di posko Karhutla di Lanud Pekanbaru.

Lanjutnya, ada tiga jenis heli yang siaga di Pekanbaru dan tidak beroperasi karena masalah perizinan yang belum diperpanjang untuk penerbangan. "Tentu ini sangat kita sayangkan apabila tiga heli tersebut tidak bisa beroperasi karena fakta mahalnya biaya operasi heli dalam pemadaman Karhutla dari satgas udara. Jika biaya penerbangan untuk satu jam water bombing mencapai 16 ribu dolar Amerika, dihitung per menit itu Rp2,5 juta. Itu untuk sekali jalan, tidak pulang pergi, ini biaya tinggi," katanya.

Untuk itu Danrem menghimbau agar pihak Pertamina bisa menyediakan bahan bakar di Japura "Jika izin penerbangannya sudah selesai kita akan langsung beroperasi. Untuk itu pihak Pertamina kita minta agar membantu kita dalam penyedian bahan bakar, yang saat ini menjadi kendala kami di lapangan," lanjut Danrem.

Water bombing juga terkendala jarak tempuh. Untuk kawasan Inhu, Inhil sulit dijangkau, karena harus dilakukan pengisian bahan bakar ulang.
"Untuk water bombing sulit untuk di kawasan jauh yang lebih dari satu jam penerbangan seperti Inhu dan Inhil. Tidak ada tempat pengisian di sana. Ada bandara Japura, tapi tidak bisa mengisi. Ini bagaimana solusinya, mungkin bisa dibantu Pertamina," terang Danrem.(dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini