Pembangunan Kanal Bloking Dimulai Jelang Puasa

Prioritaskan Meranti dan Bengkalis
Redaksi Redaksi
Pembangunan Kanal Bloking Dimulai Jelang Puasa
Kepala BLH Provinsi Riau, Yulwiriati Moesa.
PEKANBARU, riaueditor.com - Komitmen Pemprov Riau untuk mengurangi bencana kabut asap di Riau tampaknya akan segera terealisasi, sebab sebelum bulan puasa ini pembangunan sekat kanal di Provinsi Riau segera dikerjakan pembangunanya.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau, Yulwiriati Moesa kepada wartawan. Dikatakannya, panjang kanal yang akan dibangun di Provinsi Riau itu sepanjang 11 Ribu Kilometer.

"Sudah direncanakan sebelum puasa itu akan dimulai pembangunannya, terutama untuk daerah yang menjadi prioritas yakni Bengkalis dan Meranti,"katanya saat ditemui di kantor Gubri, rabu (27/5).

Secara tekhnis, sambungnya, pelaksanaan pembangunan akan difix kan lagi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebagai lembaga yang memiliki anggaran terkait pembangunan itu.

"Akan dirapatkan kembali dengan BNPB, karena ini merupakan program pemerintah pusat," sambungnya.

Disinggung mengenai anggaran, Yulwiriati Moesa juga belum mengetahui berapa anggaran yang akan digelontorkan BNPB. Karena anggaran untuk pembangunan kanal ini merupakan anggaran darurat yang ada di BNPB dan kemungkinan sharing dengan APBD Riau.

"Kalau masalah anggaran itu nanti BNPB karena ini program BNPB dalam menanggulangi terjadinya Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau," jelas Yulwiriati Moesa.

Dalam menjalankan program pembangunan bloking kanal ini nantinya, BLH bersama BNPB juga akan meminta pendampingan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) agar sesuai dengan prosedur pembangunan.

"Nantinya kami juga meminta pendampingan dari BPKP, agar sesuai dengan target yang diinginkan," jelasnya.

Untuk permulaan ini, pembangunan bloking kanal akan diprioritaskan untuk daerah yang dekat dengan perbatasan negara tetangga, seperti daerah Bengkalis dan Meranti yang mana dekat dengan Malaysia dan Singapura.

"Prioritas khusus untuk daerah kita yang dekat perbatasan dengan negara tetangga," tukasnya.(dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini