Pelalawan Diselimuti Asap, 9 Hot Spot Terpantau Satelit NOAA-18

Redaksi Redaksi
Pelalawan Diselimuti Asap, 9 Hot Spot Terpantau Satelit NOAA-18
images.net
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Berdasarkan laporan Badan Lingkungan Hidup Pelalawan, pada Selasa (4/5) lalu, 9 hot spot (titik panas,red) terpantau oleh satelit NOAA-18 di sejumlah kecamatan. Titik api tidak saja ditemukan di areal perkebunan masyarakat, tapi juga terdeteksi di HTI, HPH juga perkebunan milik perusahaan. Akibat adanya titik api tersebut, maka sejak beberapa hari terakhir kabupaten Pelalawan mulai diselimuti kabut asap tipis. Dan kualitas udara dinegeri bono ini hampir mendekati kategori ambang udara tidak sehat, sesuai indeks standar pencemaran udara (ISPU). Sedangkan 9 titik api tersebut ditemukan di sejumlah kecamatan yakni Kecamatan Langgam, Pangkalan Kuras, Teluk Meranti, dan Kecamatan Kuala Kampar.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pelalawan Syamsul Anwar SH MH, kepada wartawan, Rabu (5/2) di ruang kerjanya. Dikatakannya, dari 9 titik api di empat kecamatan tersebut, Kecamatan Langgam merupakan penyumbang titik api terbesar yakni sebanyak 4 titik api, di antaranya berada di Desa Segati masing-masing diareal HTI PT Nusa Wana Raya dan HPH PT Hutani Sola Lestari serta HTI PT Siak Raya Timber dan di Desa Pangkalankerinci yang berada di areal perkebunan PT Riau Bina Insani. Dan juga di kawasan hutan areal penggunaan lain (APL) atau areal perkebunan masyarakat, areal HTI dan areal HPH perusahaan.

"Titik api kedua terbanyak yang juga menjadi sumber asap terpantau di Kecamatan Pangkalan Kuras dengan 3 titik panas yang ditemukan Desa Lubuk Kembang Bunga PT Rimba Lazuardi dan areal perkebunan PT Mahesa Agro Buana. Dan juga di kawasan hutan areal penggunaan lain (APL) atau areal perkebunan masyarakat, areal HTI dan areal HPH perusahaan," ujarnya.
 
Sedangkan di Kecamatan Teluk Meranti, sambung Kepala BLH, ada 1 hot spot yang terpantau yakni Desa Kuala Panduk. Dan menyusul di Kecamatan Kuala Kampar dengan 1 titik api yakni di Desa Teluk dalam.

"Sebenarnya titik api ini tidak hanya tersebar di 4 kecamatan tersebut, tapi memang ada beberapa kecamatan dan kecamatan yang sudah dilakukan pemekaran, namun masih dicantumkan pada kecamatan induknya. Dan kita dari BLH sendiri sifatnya hanya memberikan sosialisasi, himbauan serta pencegahan-pencegahan terjadinya kebakaran hutan. Sedangkan untuk tindakannya dilakukan oleh BPBD dengan intansi-instansi terkait, termasuk perusahaan-perusahaan. Namun demikian, kita bersama pihak BPBD Pelalawan akan terus memantau hot spot ini, sehingga jika terjadi kebakaran hutan dapat segera cepat diantisipasi," tutupnya.(JUL)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini