Naiknya Nilai Tukar Rupiah, Harga CPO Ikut Terpuruk

Redaksi Redaksi
Naiknya Nilai Tukar Rupiah, Harga CPO Ikut Terpuruk
ilustrasi
buah sawit
PEKANBARU, riaueditor.com - Harga crude palm oil (CPO) Riau semakin terpuruk seiring dengan harga minyak dunia yang menyentuh level di bawah USD 40 per barel.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Kasi Promosi dan Perdagangan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Rusdi kepada wartawan. Dikayakannya, pasar khawatir persaingan antara sawit dengan komoditas pesaingnya semakin berat sehingga permintaan berpotensi turun akan lebih lanjut.

"Harga CPO yang sebelumnya sempat terpukul, akhirnya mengalami penurunan tajam dan mencapai di bawah 2.000 ringgit per ton. Kekhawatiran mengenai penurunan permintaan dari Tiongkok terus terjadi," katanya, Kamis (27/8).

Selama beberapa bulan belakangan, sambungnya, bursa saham Shanghai mengalami penurunan, yang sempat membuat pemerintah Tiongkok harus turun tangan untuk mencegah bursa saham makin terpuruk.

"Harga CPO di bursa Malaysia juga mengalami penurunan didesak oleh anjloknya harga CPO yang diperdagangkan di Rotterdam, Belanda. Kekhawatiran mengenai turunnya permintaan global masih menjadi momok di pasar komoditas," jelasnya.

Pada perdagangan pesan ini, harga crude palm oil (CPO) turun 3,96 persen menjadi 1.961 ringgit per metrik ton, sedangkan harga sawit di Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) turun 3,25 persen menjadi Rp 6.385 per kilogram.

"Kejatuhan harga minyak dunia hingga mendekati level terendah sejak 2008 membuat pasar tambah khawatir permintaan kian susut," ujarnya.

Pasalnya, minyak mentah menjadi komoditas pesaing CPO untuk sektor energi. Di sisi lain, harga kedelai yang lebih murah juga telah mengancam permintaan sawit dari sektor minyak nabati.(dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini