Mamun Murod: Usaha Panglong Akibatkan Abrasi di Pesisir Meranti

Redaksi Redaksi
Mamun Murod: Usaha Panglong Akibatkan Abrasi di Pesisir Meranti
foto: Ist
Usaha Panglong Arang di Kepulauan Meranti.
SELATPANJANG, riaueditor.com - Pembabatan hutan bakau (mangrove) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau menjadi ancaman serius terjadinya abrasi pantai.

Kerusakan hutan mangrove yang terjadi di Meranti saat ini, akibat penebangan yang kemudian ditampung pihak panglong untuk diolah menjadi kayu arang.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Kadishutbun) Kabupaten Kepulauan Meranti, Mamun Murod mengatakan, jumlah pengolahan arang (panglong) yang terdata di Dishutbun mencapai 55 unit dengan 220 tungku tersebar di Meranti diantaranya, Tebing Tinggi, Rangsang, Pulau Padang dan Merbau.

Jika diasumsikan sekali produksi per tungku 20 ton kayu bakau, maka dalam waktu 2 (dua) bulan sebanyak 4.400 ton kayu bakau menjadi arang. Dengan penyerapan tenaga kerja  dimasing-masing panglong  5 sampai 7 orang per tungku dan membutuhkan 10 sampai 20 orang buruh harian lepas.

"Produksi kayu bakau dilakukan per dua bulan sekali," kata Ir Makmun Murod, kepada riaueditor Selasa(17/11/2015).

Murod mengakui, akibat penebangan hutan bakau tersebut akan menimbulkan dampak kerusakan ekosistem lingkungan berupa terjadinya abrasi. Pemkab Meranti mewajibkan kepada pihak perusahaan ataupun panglong, untuk melakukan reboisasi di lahan kritis, tandasnya.(azw)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini