Langit Pelalawan Gelap Dikepung Asap, Jarak Pandang 200 meter, BLH Sulit Dihubungi

Redaksi Redaksi
Langit Pelalawan Gelap Dikepung Asap, Jarak Pandang 200 meter, BLH Sulit Dihubungi
foto: Ist
PELALAWAN, riaueditor.com - Disaat para pewarta di negeri Seiya Sekata mencari informasi terkait kualitas udara di Pelalawan terkini, menemui kesulitan menggali informasi, pasalnya Kepala BLH Pelalawan Syamsul Anwar SH,MH tak kunjung mengangkat telepon setelah berulang kali dihubungi riaueditor. Padahal kabut asap di langit Pelalawan pada Rabu, (21/10/2015) hari ini mencapai puncaknya.

Melalui data yang diperoleh riaueditor dari BMKG Riau, untuk Kabupaten Pelalawan saat ini kualitas udara berbahaya dengan ISPU PM.10 diatas 800 Psi. Sementara jarak pandang, terpendek dengan 200 meter saja di bawah Dumai yang 300 meter dan Inhu 500 meter.

Langit Pelalawan sepanjang hari ini gelap di kepung asap. Sehingga mengganggu aktifitas masyarakat dan mengancam kesehatan warga. Untuk hari ini saja, Dinas Pendidikan Pelalawan mengambil kebijakan meliburkan seluruh siswa dari TK hingga SMA mulai diliburkan hingga akhir pekan.

Sejumlah masyarakat mengaku mengalami pusing dan mual. Kesadaran masyarakat Pelalawan terutama di Ibukota Pangkalan Kerinci tergolong rendah. Pantauan riaueditor, masih banyak warga yang tidak menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Terlebih lagi pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan masker.
Di jalan Akasia tepatnya di depan SD 007 Pangkalan Kerinci terlihat gerombolan siswa SD tak satupun menggunakan masker sambil duduk-duduk di kedai tepi Jalan.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan dr Endid R Pratiknyo melalui Kabid P2PL Khairul menyebutkan bahwa memang penderita ISPA terbanyak saat ini berada di Ibukota Pangkalan Kerinci.

"Total penderita ISPA sudah mencapai 2500 jiwa lebih, belum lagi penyakit akibat kabut asap lainnya. Tentunya penderita akibat penyakit kabut asap jika masyarakat mengabaikan kesehatan. Kita tak bosan-bosan umumkan untuk selalu menggunakan masker, perbanyak konsumsi air putih serta makanan bergizi. Waspada terhadap penyakit akibat kabut asap terutama anak-anak yang masih dalam proses pertumbuhan," tutupnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini