Kapolda Riau Sebut Penyebab Karlahut Bukan Faktor Alam

Redaksi Redaksi
Kapolda Riau Sebut Penyebab Karlahut Bukan Faktor Alam
zul/riaueditor.com
Penandatangan kesepahaman Polda Riau dengan Perusahaan swasta penguasa HTI/HGU untuk pencegahan serta deteksi dini kebakaran lahan dan hutan (karlahut).
PELALAWAN, riaueditor.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan menyebutkan bahwa penyebab terjadinya kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) utamanya bukan faktor alam. Hal ini disampaikannya saat memimpin apel bersama di halaman kantor bupati Pelalawan Jumat (18/2/2016).

"Dipastikan penyebab utama pemasalahan kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) adalah akibat tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab," ungkap  Kapolda.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan kesepahaman Polda Riau dengan Perusahaan swasta penguasa HTI/HGU untuk pencegahan serta deteksi dini kebakaran lahan dan hutan (karlahut).

Secara luas, menurut Kapolda, bencana karlahut berdampak nasional, akibatnya disamping menimbulkan persoalan kesehatan juga  menimbulkan kerugian yang sangat besar dibidang ekonomi masayarakat.

"Terjadi penurunan tingkat ekonomi mencapai 2 persen, hampir dua bulan jalur penerbangan berhenti total,"jelasnya, lantas penyebabnya apa, dapat saya pastikan tidak ada faktor alam, akan tetapi sepenuhnya adalah ulah tangan manusia. 

Disampaikan Kapolda, faktor Lahan gambut di Provinsi Riau juga menicu persoalan karlahut ini sulit diantisipasi. Kemudian lahan gabut juga telah dieksploitasi secara salah, dimana lahan-lahannya dioleh dengan membuat kanal-kanal sehingga gambut menjadi kering sehingga mudah terbakar.

"Untuk itu kita harus mencega sedini mungkin, polda mendorong kepada semua pihak agar bersama-sama bergotor royong membuat kanal blocking (tangul-tangul air). Polda juga memotori penandatangani kesepahaman MoU bersama perusahaan swasta yang notabenenya memiliki areal HTI/HGU,"tuturnya mengungkapkan untuk pembangunan kanal blocking tersebut tidak dibiaya negara maka disini peran perusahaan yang kita harapakan.

Sesuai informasi yang disampaikan BMKG maka musim kemarau akan mencapai puncaknya pada bulan Juni-Juli, untuk itu guna menganti sipasi Polda juga mendorong pemberdayaan masyarakat dengan cara aktif gotongroyong melawan karlahut Dan membuat kanal bloking sebagai cadangan air.

"Pagi ini saya sangat berbangga, masyarakat sangat antusias, Ini terbukti sebanyak 250 forum gotong royong melawan karlahut datang menghadiri apel melawan karlahut," tutupnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini