Ironis, Tahura SSH II Tersisa 1500 Ha

Redaksi Redaksi
PEKANBARU(riaueditor)- Taman Hutan Raya Sultan Syarif hasyim II (Tahura SSH II) yang merupakan satu-satunya tempat wisata dengan hutan alami terdekat di Kota Pekanbaru, saat ini kian memprihatinkan. Dari luasan 6172 Ha yang ditetapkan Menteri kehutanan sekitar 14 tahun lalu, saat ini yang tersisa hanya sekitar 1500 Ha saja.

Demikian disampaikan Bachder, staf senior di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahura SSH II Dinas Kehutanan Provinsi Riau yang cukup paham dengan masalah Tahura. Bahwa Tahura saat ini kondisinya memang sangat memprihatinkan.

Bagaimana tidak, akibat ulah perambah illegal, Tahura SSH II yang ditetapkan Menteri Kehutanan dan Perkebunan sesuai SK Menhutbun No. 348/Kpts-II/99 seluas 6172 Ha, kini tersisa tak lebih dari seperempatnya saja.

Untuk menyelamatkan Tahura SSH II dari perambah illegal ini menurut Bachder bukanlah masalah gampang atau mau tidak maunya DInas Kehutanan Provinsi Riau, namun yang lebih penting lagi perlunya kesadaran masyarakat akan arti penting Tahura SSH II.

"Dinas Kehutanan sudah menunjukkan komitmen untuk menyelamatkan tahura, namun masalahnya tidak semudah itu, perlu dukungan dari masyarakat khususnya masyarakat pekanbaru sendiri,"ť tutur Bachder lagi.

Suatu saat, kata Bachder, jika warga Pekanbaru menyadari bahwa mereka membutuhkan kawasan wisata dengan hutan alami seperti Tahura SSH II, masyarakat dengan sendirinya akan tergerak untuk menyelamatkan tahura dari perambahan.

Menurut Bachder hal inilah yang belum disadari oleh warga pekanbaru, sehingga peran masyarakat umum tidak begitu signifikan dalam upaya penyelamatan Tahura SSH II.

Soal adanya mafia jual beli lahan yang termasuk dalam kawasan Tahura, Bachder tak menutup kemungkinan tersebut. Namun hal itu menurutnya tidak akan menjadi penghambat Dishut Riau melakukan pengembalian kawasan.

"Percuma saja kalau hanya Dinas Kehutanan yang berupaya menyelamatkan Tahura SSH II. Perlu adanya peran masyarakat umum Pekanbaru, terutama dalam melakukan kampanye pentingnya Tahura SSH II untuk masa depan warga pekanbaru," kata Bachder.(aa)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini