Cegah Karlahut, Meranti Butuh 900 Sekat Kanal untuk Jamin Gambut

Redaksi Redaksi
Cegah Karlahut, Meranti Butuh 900 Sekat Kanal untuk Jamin Gambut
azw
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kepulauan Meranti, H Mamun Murod
SELATPANJANG, riaueditor.com - Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kepulauan Meranti, H Mamun Murod mengatakan, guna memberikan jaminan ketinggian air yang terdapat didalam tanah  (gambut) diperlukan sekitar 900 sekat kanaluntuk dibangun diseluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.

" Sekat ini nanti akan dibangun pada semua kanal-kanal yang ada. Untuk harga sekat dengan kondisi semi permanen diperkirakan akan menghabiskan anggaran sebesar lebih kurang Rp17 juta/sekat. Sementara sekat yang dibuat dari konstruksi beton atau permanen untuk satu sekat di butuhkan biaya sekitar Rp167 juta," Kata Mamun Murod ketika dikonfirmasi dikantornya, Kamis (5/11)

Menurut Mamun, perkiraan itu belum termasuk biaya lainnya yang mungkin timbul saat pelaksanaan. Sebab jika kondisi material dalam kondisi normal, maka yang perlu ditambah barangkali hanya upah angkut atau upah pikul masyarakat ke lokasi pembangunan.

" Sebab tentu saja lokasi atau areal yang akan dibangun sekat kanal itu hanya bisa di lalui dengan jalan kaki. Sehingga untuk pengakutan bahan materialnya dari pelabuhan ke lokasi sekat yang akan dibangun harus menggunakan tenaga manusia. Itupun haruslah dipikul," jelasnya.

Diungkapkan Mamun, untuk itu anggaran yang disebutkan itu hanya anggaran kasar saja. Belum termasuk jika kondisi bahan material yang langka, seperti pasir. Selain memasang sekat dalam kanal yang ada, juga dibutuhkan pintu klep yang cukup banyak  untuk membendung air dari darat yang akan terbuang ke laut.

Sebelumnya perusahaan sagu yang ada di Meranti selama ini juga telah menerapkan sistem sekat kanal itu. Seperti di areal PT National Sago Prima sendiri telah membuat sekat kanal sebanyak 152 buah. Demikian juga terhadap perkebunan sagu milik masyarakat. Dimana sejak kehadiran Presiden Jokowi di Tebinginggi Timur, maka sejak itu masyarakat telah melakukan bloking kanal.

" Dengan demikian program sekat kanal yang dilakukan itu sejauh ini mampu meredam tidak terjadinya kebakaran hutan dan lahan," tuturnya.

Untuk mengahadapi kemarau seperti ini lanjut Murod, kepada seluruh masyarakat diharapkan agar tetap waspada terhadap ancaman kebakaran. Dan juga kepada para tauke pemilik kebun sagu yang luas agar menerapkan pola sekat pada seluruh areal kebun sagunya.

" Tidak membuang air secara langsung, tapi sebelumnya dengan menjamin ketinggian permukaan air dalam tanah, sehingga gambut tetap dalam posisi basah atau paling tidak lembab. Dengan demikian ancaman kebakaran akan bisa dihindari," bebernya. (azw)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini