Biaya Bersihkan Radiasi Nuklir Cukup untuk Bangun PLTN Seluruh Dunia

Redaksi Redaksi
Biaya Bersihkan Radiasi Nuklir Cukup untuk Bangun PLTN Seluruh Dunia
TOKYO - Energi alternatif memang diperlukan untuk mengurangi energi fosil. Namun, tidak semua energi alternatif memiliki dampak positif. Nuklir misalnya, energi alternatif yang sangat besar tersebut juga berbahaya.

Sejak diperkenalkannya stasiun nuklir di tahun 1950-an, telah difokuskan unsur keselamatan pada desain dan perencanaan. Penelitian dan inovasi dilakukan untuk membuat sistem back-up, teknologi pasif yang akan bereaksi dan diperkuat dalam pembangunan stasiun atom.

Kebanyakan rekayasa didasarkan pada perhitungan risiko radiasi pada populasi di luar pabrik. Di Amerika Serikat (AS), sebuah stasiun nuklir yang khas telah memangkas risiko probabilitas dari krisis bahan bakar untuk sekali dalam 20.000 tahun beroperasi.

Dua dari tiga kebocoran bahan bakar ini tidak menyebabkan kematian. Namun, pada akhir 1970-an bahwa analisis dan pengujian skala besar dilakukan, untuk melihat apa yang bisa terjadi dalam kasus kecelakaan atom.

Puncaknya, bencana Fukushima pada Maret 2011 karena gempar, menunjukkan bahwa kemungkinan terburuk kecelakaan di pembangkit listrik tenaga nuklir atau bahan bakar konvensional tidak mungkin menyebabkan kerugian publik yang dramatis.

Krisis tiga reaktor Fukushima memaksa evakuasi sekitar 160.000 orang, dan menghancurkan sektor perikanan, pertanian, dan industri pariwisata lokal. Peristiwa ini juga menyebabkan puluhan ribu demonstran anti-nuklir turun ke jalan-jalan dalam demonstrasi terbesar di negara itu sejak 1960-an.

Tokyo Electric Power Co, operator pembangkit dan produsen listrik swasta terbesar di dunia, diberitakan akan bangkrut oleh kecelakaan Fukushima. Hanya saja suntikan dana mencapai miliaran dolar dari pemerintah telah menyelamatkan negara tersebut.

Japan Center for Economic Research yang berbasis di Tokyo, memperkirakan tidak kurang dari 20 triliun yen Jepang atau setara dengan USD196 miliar digunakan untuk menangani kebocoran tersebut.

"Biaya pembersihan Fukushima mungkin melebihi biaya untuk membangun semua pembangkit listrik tenaga nuklir di dunia sampai saat ini," jelas ketua komisi Pengaruh Nuklir Gregory Jaczko, seperti dilansir dari Bloomberg, Sabtu (5/4/2014).

Karenanya, Three Mile Island dan Chernobyl, Badan Energi Atom Internasional memperkenalkan lima bagian konsep pada 1996. Hal ini dilakukan untuk membuat manajemen yang memadai guna mengatasi kecelakaan nuklir yang berurusan dengan dampak radiasi.

"Meskipun demikian, industri terus fokus pada pencegahan kecelakaan bukan pada apa yang harus dilakukan setelah terjadinya bencana," kata seorang ahli fisika nuklir Obninsk, Gennady Pshakin.

Tahun lalu, didorong oleh reaksi publik setelah retaknya reaktor Fukushima, sebuah unit dari IAEA memulai review reaktor untuk melihat bagaimana konsekuensi dari kecelakaan dapat dikurangi.

Pasalnya, ketika kecelakaan nuklir berikutnya terjadi dunia perlu memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang bagaimana untuk membatasi penyebaran radiasi dan melakukan bersih-bersih, termasuk menghilangkan radiasi dari tanah air dan latihan evakuasi yang efisien untuk penduduk di zona bahaya, tersebut.

"Ini tentang pemulihan dari kecelakaan, bukan mencegah kecelakaan. Ini benar-benar berbeda. Dan saya pikir konsep ini sangat diperlukan untuk masa depan pemanfaatan nuklir," tukas Profesor yang meneliti radioaktif di UC Berkeley, Joonhong Ahn.

(mrt/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini